Resensi : Hujan Matahari

IMG_3200 - Copy

Judul: Hujan Matahari
Penulis: Kurniawan Gunadi
Penerbit: Canting Press
Cetakan: Cetakan Kelima (Juli 2015)
Jumlah Halaman: xii + 206 halaman
Ukuran Buku: 14 x 20 cm
ISBN: 9786021904817
Genre: Fiksi, Kumpulan Cerita, Prosa
Perempuan:
Aku pun tidak meminta Tuhan untuk menjadikanku sebagai perempuan. Ketika aku tahu aku menjadi perempuan, aku menangis. Betapa tidak? Aturan penjagaanku begitu ketat karena begitu berharganya aku. Namun, aku selalu ingin melepaskan diri dari semua itu. Kecenderunganku sering berperang dengan akal pikiranku yang tidak sejalan. Muliakah aku sementara aku terus menerus menjual kemuliaan itu sedikit demi sedikit?
Ketika diwajibkan bagiku berbakti lebih utama kepada suami sementara ayah dan ibuku tidak lagi menjadi keutamaan bagiku, akankah aku bisa melakukannya dengan baik? Ketika menjadi ibu dan memiliki anak-anak yang menjadi amanahMu, sanggupkah aku mempersiapkan mereka menjadi manusia-manusia yang baik? Setidaknya aku tidak ingin melahirkan manusia yang mendurhakaiMu di kemudian hari.
Menjadi perempuan adalah menjadi perantara kehidupan manusia. Kau titipkan rahim untuk melahirkan manusia baru di bumi ini. Pantaskah aku menjadi kehidupan pertama bagi manusia-manusia yang akan lahir itu?
Tuhan:
Sudahkah kalian percaya dan mempercayakan kehidupan kalian kepadaKu sepenuhnya?
(pg. 17-18)
IMG_3207 - Copy

Kajian Pernikahan “Akurapopo”

Nampaknya topik tentang pernikahan sedang marak akhir-akhir ini. Begitu intens diperbincangkan oleh rekan-rekan. Untuk itulah kami yang merupakan alumni Rohis STIS angkatan 51 berinisiatif mengadakan kajian pernikahan untuk teman-teman seangkatan kami. Kajian ini diberi nama Akurapopo yang merupakan singkatan dari “Aku Raih Pernikahan Oke Penuh Ridho” 😀

IMG_20140607_150519

Dalam kesempatan tersebut kami mengundang 2 orang ustaz yang memang tidak diragukana lagi kecakapannya dalam menyampaikan materi terkait pernikahan. Yang pertama adalah ustaz Bendri Jaisyurahman (@ajobendri). Beliau adalah salah satu pengajar APWA (Ar Rahman Pre Wedding Academy) juga menjadi pembimbing di beberapa acara stasiun TV seperti Pildacil ANTV dan menuju bintang Ramadhan TV One.

Berikut diantara ilmu yang saya tangkap dari penyampaian beliau. Simak baik-baik ya 🙂

 Menikah itu bukan sekadar  syahwat. Menikah punya 3 poin utama, yaitu :

  1. Merupakan ibadah utama.

Tentu kita tak asing dengan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa seorang yang telah menikah sama dengan menggenapkan separuh agama. Itu artinya orang yang sudah menikah mendapat pahala separuh agama.

  1. Tanggung jawab sebagai orang tua.

Dalam hadist yang juga cukup terkenal disebutkan ada 3 amal yang tidak akan terputus ketika kita meninggal, yaitu, ilmu yang bermanfaat, shodaqoh jariyah, dan anak yang shaleh. Setelah menikah pasti kita berharap mempunyai anak anak sholeh dan sholihah. Itulah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk membesarkan anak anak kita agar menjadi anak sholeh dan sholihah sekaligus menjadi tabungan amal kita kelak yang tak akan terputus.

  1. Kaderisasi iman

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tugas kita sebagai orang tua memberikan pendidikan jangka panjang kepada kader-kader yang tak lain adalah anak-anak kita sendiri sebagai bentuk investasi amal dan pahala.

Ketakwaan cirinya ada dua yaitu mampu menahan syahwat dan beramal yang produktif. Dari kedua hal tersebut yang lebih mudah dilakukan adalah ciri pertama yaitu mampu menahan syahwat. Bagaimana caranya? The only answer is ‘Menikah’ 🙂 Sementara mungkin amalan kita sudah bagus, cukup produktif. Namun namanya juga manusia pasti ada masanya futur melanda kita.

Continue reading

Workshop Menanti Jodoh by Asma Nadia

Alhamdulillaah hari ini berkesempatan mengikuti workshop pernikahan bertema menanti jodoh dan berbagai persiapan pernikahan. Adalah Asma Nadia dan Isa Alamsyah sebagai pembicara yang tak diragukan lagi karya-karya serial pernikahannya telah laris di pasaran. Workshop ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, bertempat di JDC (Jakarta Design Center) yang berada di daerah Slipi Petamburan. Berbekal Google Map dan info hasil googling, saya dan teman saya sampai juga di tempat acara.

Kebanyakan peserta workshop yang hadir belum berkeluarga sesuai dengan tema yang diusung. Namun tak sedikit pula peserta yang telah berkeluarga. Bahkan ada yang datang bersama pasangannya.

Bunda Asma Nadia menyampaikan bahwa tujuan pernikahan adalah sakinah. Sementara jalan menuju sakinah dimulai dari memperhatikan calon pasangan kita. Dalam memilih pasangan, kita harus cermat. Jangan menikah hanya karena jatuh cinta padanya. Juga jangan menghabiskan waktu, pikiran, dan energi untuk seseorang yang tidak mengukir namamu di hatinya.

Sifat atau karakter calon pasangan dapat kita ketahui dari kehidupannya sehari-hari. Misal bagaimana cara ia memperlakukan ibunya. Jika calon pasangan itu benar-benar memuliakan ibunya pasti kelak ia juga akan berlaku sama dengan istrinya. Contoh lain bagaimana ia gigih memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Hal ini akan berimbas ketika ia mencari nafkah untuk keluarganya kelak. Berasal dari keluarga kaya raya tak selalu menjamin seseorang dapat membahagiakan anak istrinya jika kegigihan tak menyertainya. Quote penting dari bunda Asma Nadia dalam memilih jodoh adalah menikahlah karena dia, surga terasa lebih dekat. 🙂

Continue reading

Skripsweet a.k.a skripsi

Dear, teman-teman sejawat

Memasuki minggu-minggu yang semakin padat

Dateline pun kiat dekat

Wajah-wajah mulai timbul jerawat :p

Kita harus tetap semangat !!!

 

Ibadah jangan sampai terlewat

Agar Allah memberikan rahmat

dan juga memberikan berkat

Menjauhkan kita dari jalan sesat

 

Kuliah lancar tidak tersendat

Kompre disiapkan dengan cermat

Proposal yang diajukan tepat

Dosen pun berhasil dipikat

Hasil skripsi penuh manfaat

 

Semangat sobat (^^)9

Pertolongan Allah amat dekat

Saatnya lupakan galau tingkat empat

Termasuk urusan munakahat #eh