Tilang

Bapak, aku tadi kena tilang..

Kurang sedekah kamu mbak..

Satu kalimat dari bapak yang buat speechless untuk sekian detik kemudian. Jawaban di luar ekspektasi. Berharap respon, kok bisa? Dimana kena tilangnya? Sidang apa bayar di tempat? Diminta bayar berapa? Ya, walau pada akhirnya respon yang diharapkan itu ditanyakan juga.

Lalu saya coba ingat-ingat, kapan terakhir kali saya sedekah? Nampaknya sudah lama sekali sampai saya tak bisa mengingatnya. Sedekah itu memang harus diagendakan. Bukan melakukan ketika ada kesempatan, tapi mencari kesempatan untuk melakukan.

Ah, bapak… Jadi rindu…

Setengah

Setengah lainnya adalah takwa. Maka sempurnakan setengah lainnya itu sejak sebelum, ketika, dan selepas setengah yang lainnya. Tetaplah senyum. Tetaplah sabar. ๐Ÿ™‚

mitsaqan ghaliza

Al Qur’an menyebut pernikahan sebagai mitsaqan ghaliza, yang merupakan nama dari perjanjian yang paling kuat di hadapan Allah. Hanya 3 kali Al Qur’an menyebut, hanya untuk 3 perjanjian. Dua perjanjian berkenaan dengan tauhid, yaitu perjanjian Allah dengan Bani Israel yang untuk itu Allah mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah. Sedang yang lain adalah perjanjian Allah dengan para nabi ulul azmi, nabi yang paling utama diantara para nabi. Dan pernikahan termasuk perjanjian yang oleh Allah digolongkan sebagai mitsaqan ghalizha. Allah menjadi saksi ketika seseorang melakukan akad nikah. Wallahua’lam bishawab.

cenderung

Cinta yang sejati itu hanya timbul ketika sudah menikah. Kecenderungan yang hadir sebelum pernikahan, bisa jadi adalah pemberian dari Allah sebagai tanda atau jawaban dari istikharah untuk memantapkan hati kita. Namun, bisa juga sebagai godaan dari syaitan. Karenanya, perasaan yang hadir sebelum ijab kabul, harus bisa kita kelola dengan baik agar tidak berkembang melewati batas yang seharusnya.

(najmul hayah)