WANITA Si Makhluk Luar Biasa

Tahukah Anda?? Wanita adalah makhluk luar biasa yang diciptakan Allah SWT.. Gak percaya?? Simak cerita berikut ini. Jangan beri komentar sebelum kamu selesai baca ceritanya.. ocre!!

Suatu ketika, ada anak laki2 bertanya kepada ibunya, “Ibu, kenapa ibu menangis?” Ibu menjawab, “Karena ibu seorang wanita.” “Aku tak mengerti,” kata si anak. Ibu hanya tersenyum dan berkata, “Kamu memang tak akan mengerti, Nak!”

Lalu si anak bertanya kepada ayahnya, “Ayah, kenapa ibu menangis?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita menangis tanpa alasan.” Hanya itu jawaban sang ayah.

Continue reading

Advertisements

Kuliah Umum (Kulum)

Sebenarnya udah mau saya post sejak seminggu yang lalu. Tapi berhubung koneksi internetnya lola (n tulisannya blm slsai :D) jadi baru sekarang deh saya publish. Walopun kurang up to date gpp ya., yg penting kan isinya..hhe Insya Allah bermanfaat kok. Kali ini saya mau ngomongin tentang kuliah umum.. So, cekidot……

Sejak kursi pimpinan STIS berpindah tangan ke Pak Bambang Heru, kampus saya jadi sering ngadain kuliah umum (gak tau juga sbnrnya dulu2 ada kulum atau g, tp wktu sy tingkat 1 jarang bahkan saya kira g ada deh kulum kyk gini ^^). Apa itu kuliah umum? Jadi, semua mahasiswa, karyawan, dan dosen di STIS wajib (sebenernya yg wajib itu cuma mahasiswa sih, coz kenyataannya tdk semua dosen dan karyawan hadir di kulum ^^) menghadiri sebuah seminar yang memaparkan suatu masalah tertentu dan diadakan di Auditorium.  Kayak suasana kuliah gitu deh., mungkin karena pesertanya banyak dan ruangannya luas jadi disebut kuliah umum.

Kulum kali ini merupakan ’ the first general lecture’ di semester 4 dan mjd kulum ke-3 (klo gak salah itung..hhe) semenjak saya duduk di bangku perkuliahan STIS tercinta 🙂

Dulu pertama kali ikut kulum pembicaranya adalah seorang dosen dari ITS. Klo saya gak lupa, beliau (pembicara-red) membahas tentang peran statistik dalam kehidupan sehari-hari. Trus kulum kedua, luar biasa euuy…. coz pembicaranya  datang dari luar negeri. Beliau adalah.. eng ing eng… Mr. Brian Pink, kepala BPS Australia. Sayangnya, banyak mahasiswa yang gak bisa hadir di kulum ini karena lagi pulkam alias pulang kampung. Maklum jadwal kulum ini di tengah-tengah liburan semester. Saya aja sampai rela bolak-balik Jakarta-Magelang (mjd commuter gt deehh..) demi bertemu Mr. Pink ini (hha.. bukan demi absen tu?? Ssttt.. :)).Walopun dengan muka ngantuk (ditambah gak mudeng dengan materi yang disampaikan [-.-”] *pake bhs Inggris wooyyy) saya tetep berusaha mendengarkan. Percuma dong ke Jakarta klo gak dapat apa-apa.. hhe

Dan kemarin hari Jumat, 01 April 2011 kembali diadakan kuliah umum di kampus saya. Pembicaranya adalah Bapak Sri-Edi Swasono. Beliau adalah guru besar FEUI sekaligus penasihat Bappenas.

Pertamanya sih mikir kuliah umum kali ini bakal sama kayak kulum2 sebelumnya, biasa aja gak terlalu antusias (waahh.,udah suudzon duluan niy). But, guess what? Saat Pak Edi mulai memaparkan apa yang menjadi bahan seminarnya ini semua hadirin terdiam (bukan ngantuk atau lapar lho ^^), mendengarkan dengan seksama, pokoknya beda deh dengan kulum2 sebelumnya. Gak salah juga sih coz bapaknya nerangin dengan sangat bagus, mengena sekali sesuai dengan kehidupan perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini.

Beliau mengritik pemerintah Indonesia yang semakin memudahkan para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia ini. Kapitalisme gitu deh.. Sehingga para pengusaha dalam negeri seolah-olah tergusur oleh keberadaan mereka (perusahaan asing-red).  Memang benar seperti yang kita lihat sekarang, kebanyakan berdiri dengan sangat megah bangunan-bangunan entah itu kantor, tempat makan, supermarket/mall (paling banyak kyknya..) yang dimiliki orang asing. Kebanyakan dari kita kalo disuruh memilih belanja di pasar tradisional atau ke Ca**e*our pasti milih ke yang terakhir deh.. Atau kalo kita mau makan, disuruh milih ke rumah makan khas Indonesia atau KF*, Mc Don*ld, Pizz* H*t pasti pada milih yang cepat saji itu deh.. Ya,, begitulah kira2 keadaan perekonomian Indonesia sekarang. Yang terjadi adalah Pembangunan di Indonesia bukan Pembangunan Indonesia. Pembangunan tersebut malah mengusir orang miskin bukan mengusir kemiskinan.

Sikap yang harus dimiliki bangsa Indonesia untuk memerangi hal2 tsb adalah NASIONALISME!!! Kita harus berani menolak atau setidaknya mengurangi keberadaan para investor2 asing itu dari bumi pertiwi ini. Hilangkan kapitalisme!! Jangan pernah minder karena kita juga punya harga diri. Seperti best quote yang dikatakan Ho Chi Minh (Bapak Vietnam) yaitu, “Senjata rahasia untuk mengalahkan musuh adalah nasionalisme” Jadi, junjung tinggi nasionalisme kawan ^^ dan Indonesia akan menjadi negara yang sukses, adil, sejahtera. Amiiiiiiinnn 🙂

Hal penting dalam pembangunan adalah modal. Kalo negaranya sendiri malah meyerahkan pengelolaan sumber daya kepada negara lain, gak bakal dapat tambahan pendapatan dong negaranya. Jadi, mari menanam, memetik, dan menikmati hasilnya secara mandiri..

Satu lagi sifat bangsa Indonesia yang harus dikurangi untuk mencapai pembangunan Indonesia seutuhnya adalah perilaku konsumtif. Banyak dari kita yang kurang selektif, tidak memandang prioritas dalam membelanjakan uangnya. Budayakan menabung!! Hal itu harus kita lakukan. Pada seneng kan klo uangnya banyak? Bisa kita manfaatin ke hal2 yang lebih bermanfaat, kayata membantu orang miskin, menyantuni anak yatim, atau malah membuka lapangan kerja baru. Wah, mulia sekali itu.. ^^

HIDUP INDONESIA! NO KAPITALIS!

sesi 1 hari ini.,

Assalamu’alaykum Wr. Wb

Sudah memasuki semester 4. Tak terasa ya hampir 2 tahun menempuh pendidikan di Jakarta. Karena saya bersekolah di sebuah perguruan tinggi kedinasan, jadi sistem pembelajarannya menganut sistem paket. Artinya, pihak kampuslah yang menentukan mata kuliah apa yang harus kita ambil semester ini. Sebagai mahasiswa kita hanya bisa sendika dawuh, menerima apa yang harus kita lakukan. 🙂

Semester ini saya dan teman2 dari jurusan Komputasi Statistik harus mengikuti 9 mata kuliah tiap minggunya (kurang paham berapa sks ^^,. udah terlanjut menerima aja jadi nggak terlalu mikirin berapa sks tiap matkul .,hhe). Sedangkan teman2 kami dari jurusan Statistik lebih sedikit jumlah mata kuliah tiap minggunya yang harus mereka tempuh, sebanyak 7 matkul. Begitulah., sudah menentukan pilihan jurusan harus siap pula dengan segala hal yang berkaitan di dalamnya. 😀

Hari ini, Rabu, 30 Maret 2011 adalah hari ketiga saya menjalani perkuliahan di semester 4 ini. Jadwal kuliah hari ini sebenarnya sesi 4 aja, jam 15.45-18.15 yaitu matkul Sosial kependudukan. Malam sebelumnya, tiba-tiba saya mendapat jarkom bahwa Rabu ini juga ada sesi 1 (07.30-10.0  sebagai pengganti sesi 2 hari Senin kemarin karena dosennya nggak masuk. Wuuaahh, rencana mau santai2 pupus sudah., harus tidur awal biar besok nggak bangun kesiangan n nggak ngantuk di kelas.

Singkat cerita udah masuk kuliah sesi 1 niy., hhe. Matkul kali ini adalah teori OOP (Object Oriented Program) atau kalau di-bahasa Indonesia-kan  adalah Pemrograman Berorientasi Objek. Pernah dapat juga sekilas materi ttg OOP ini waktu semester 2 dulu, tapi nama matkulnya Algoritma dan Pemrograman. Jadi, ceritanya nerusin ilmunya niy..

Dosen yang mengajar adalah Pak Muchammad Romzy. Jujur, baru dengar namanya and baru tau orangnya tadi waktu beliau masuk kelas..hhe maap Pak. Sebelum masuk materi, bapaknya perkenalan dulu. Beliau bercerita macam-macam termasuk sejarah bisa sampai mengajar di STIS ini. Dari sekian banyak cerita yang beliau sampaikan, yang membuat saya suka/terinspirasi oleh pak Romzy adalah perjalanan pendidikannya yang sangat menakjubkan. Bayangkan., beliau menghabiskan 10 tahun (1990-2000) dalam hidupnya untuk belajar di negeri yang terkenal disiplin dan menghasilkan orang-orang yang giat belajar dan bekerja. Kamu tau negeri mana itu?? JAPAN. Yes!!

Pengen banget kayak bapaknya yang terus berjuang mencari ilmu di negeri orang. Jangan salah., 10 tahun itu bukan untuk cuma ngejar S1 lho.. tapi sampai S3!! Subhanallah kan ya? Beliau rela nggak pulang ke Indonesia selama 10 tahun hanya untuk terus mencari ilmu dan mendapatkan apa yang beliau inginkan. Ya bukan berarti selama 10 tahun itu beliau gak pulang sama sekali., adakalanya lah beliau pulkam sekedar melepas rindu dengan keluarga. 🙂

Menurut cerita Pak Romzy, 10 tahun itu beliau gunakan 4 tahun untuk S1, 2 tahun untuk S2, dan 3 tahun untuk S3. Sedang 1 tahunnya untuk program bahasa., secara di negeri orang jadi harus adaptasi dulu.. 😀 Sebenarnya beasiswa S3-nya itu dapat diselesaikan selama 1 tahun aja,  tapi kata bapaknya sudah dikasih 3 tahun eman-eman(percuma) kalau tidak dimanfaatkan. Jadi, beliau gunakan 2 tahun itu untuk meng-explore dan melakukan berbagai penelitian di Jepang karena as we know sarana prasarana pembelajaran di Jepang kan udah canggih bener.. keren yaa?? 🙂

Satu hal lagi yang membuat saya terinspirasi., sikap optimisme Pak Romzy yang sangat kuat. Sebenarnya untuk menempuh S2 dan S3 itu beliau kurang mendapat persetujuan dari  perusahaan yang memberikan beasiswa S1. Aturannya, kalau seseorang sudah menempuh beasiswa S1 itu, dia harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi kepada perusahaan tersebut. Tapi, tidak dengan Pak Romzy. Walaupun terkesan sedikit bandel..hhe tapi kan akhirnya berbuah manis juga. Beliau bersikukuh untuk melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi. Beliau sampai-sampai meminta bantuan kepada profesornya untuk membantu beliau mendapatkan izin. Dan rekomendasi profesor itu tidak mendapatkan tanggapan/balasan dari pihak perusahaan sehingga diartikan oleh pak Romzy bahwa ia dapat meneruskan pendidikannya tersebut (seperti kebanyakan orang Indonesia yang bila ia diberi suatu pertanyaan tp ia tidak menjawab maka hal tersebut diartikan “iya” :D)

Jadilah pak Romzy menyelesaikan pendidikan di negeri Sakura sampai jenjang S3. Suatu tingkat pendidikan yang menurut saya paling tinggi dan saya berharap dapat mengikuti jejaknya.. Amiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeennnnnn.. 🙂

Itulah sekelumit cerita yang saya dapat tadi pagi. Semoga bermanfaat :DDD

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.