Habiskan air minummu

Sedih ngeliatnya. Gelas gelas air mineral itu hanya disentuh sekali teguk, lalu dibiarkan begitu saja. Makin sedih kala ngeliat nggak cuma seorang yang melakukan hal itu. Ada banyak gelas-gelas air mineral yang ditinggalkan oleh si penegak dengan sisa air yang bahkan lebih dari setengah isi gelas plastik. Lebih jengkel lagi kalo memergoki orang yang tak menegak habis tadi mengambil kembali air mineral baru, menegaknya, lalu kembali meninggalkan sisa air mineral dalam gelas yang baru diminumnya.

Huft. In my opinion, that was a BIG bad habit. Itu baru air mineral gelas plastik, belum yang botol. Dugaan saya, orang yang mengonsumsi air mineral botol cenderung akan tidak menghabiskan daripada orang yang mengonsumsi air mineral gelas. Walaupun belum diuji statistik dengan tingkat kepercayaan sekian persen tapi saya yakin dugaan saya itu tidak salah >,<

Coba bayangkan, berapa liter air minum yang bisa dikumpulkan dari akumulatif sisa sisa air mineral tadi. Sayang banget kan? Di saat kita membuang-buang air dengan seenaknya, ada saudara kita di bagian Indonesia lain sana sedang kesusahan mencari air.

Saya jadi ingat kenapa dulu bapak saya sering menegur kami yang suka tidak menghabiskan air dalam gelas yang kami pakai. Kata beliau, ambillah sesuai perkiraan yang akan kami minum. Kalo toh kebanyakan, jangan tinggalkan gelas itu begitu saja. Ambil tutup gelas untuk menjaga air dalam gelas yang tak kuat kami habiskan itu. Dulu sempat sebel sih, kenapa yang kayak gitu aja nyampek diurusin dan jadi perhatian. Ternyata pelajaran berharga dari bapak saya ini menjadikan kebiasaan baik bagi kami. Tapi efek sampingnya ya jadi sebel ngeliat orang lain suka nggak ngabisin air minum mereka. Sebelnya dipendem dalam ati lagi, karena lebih milih diem daripada negur orang itu, takut tersinggung. Serba salah kan..

Mungkin sebagai alternatif untuk acara-acara yang menggunakan gelas-gelas air mineral bisa mulai diganti dengan penggunaan galon isi ulang. Cara ini lebih ribet sih, tapi sebagai upaya menjaga ketersediaan air minum (tsahh) juga upaya mengurangi penggunaan plastik, alternatif ini perlu lah mulai digalakkan. Dulu waktu masih jadi mahasiswa, ketika saya dan teman-teman mengadakan suatu kegiatan,  kami pake galon isi ulang. Ternyata kami merasakan efek positif lainnya yaitu lebih murah, hehehe bener-bener mahasiswa efektif dan efisien dah.

Nah ayo mulai sekarang yang masih suka menyisakan air mineralnya, mulai diubah kebiasaannya. Semoga langkah-langkah kecil yang kita lakukan bisa bermanfaat ya 🙂

Raef – You are The One

Sukaaaaa banget lagu ini… 😀 😀 😀

Mau tau kenapa? Dengarkan dan rasakan tiap liriknya.. hahaha

Dijamin mupeng dinyanyiin beginian sama ‘you know who’ 😉

Link youtube

images

download (1)

I thought of this over a million times
Who would have ever thought that it will be our time?
I just know it,
’cause you are the one

It ain’t a selfish love, when I’m with you
You remind me of Allah and so I know it’s true
I’ll just say it
You are the one

Chorus
Won’t you be my BFF and ever?
Won’t you be my partner after this world?
We’ll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be
‘Cause you are the one for me

I never thought that I would feel this way
I ask Allah to bless you every single day
I’ll just say it
‘Cause you are the one

And when the times are tough
And we’ve got the world to see
Standing right beside you is where i want to be
I just know it
You are the one

Chorus~

I prayed about this just over a million times
Who would ever thought that I could call you mine?
I just know it
‘Cause you are the one

And when there’s gray in our hair
And we’ve not much to do
I want to spend the rest of my days with you…
Oh don’t you know it?
You are the one, You are the one
Oh won’t you be the one?

 

Kajian Pernikahan “Akurapopo”

Nampaknya topik tentang pernikahan sedang marak akhir-akhir ini. Begitu intens diperbincangkan oleh rekan-rekan. Untuk itulah kami yang merupakan alumni Rohis STIS angkatan 51 berinisiatif mengadakan kajian pernikahan untuk teman-teman seangkatan kami. Kajian ini diberi nama Akurapopo yang merupakan singkatan dari “Aku Raih Pernikahan Oke Penuh Ridho” 😀

IMG_20140607_150519

Dalam kesempatan tersebut kami mengundang 2 orang ustaz yang memang tidak diragukana lagi kecakapannya dalam menyampaikan materi terkait pernikahan. Yang pertama adalah ustaz Bendri Jaisyurahman (@ajobendri). Beliau adalah salah satu pengajar APWA (Ar Rahman Pre Wedding Academy) juga menjadi pembimbing di beberapa acara stasiun TV seperti Pildacil ANTV dan menuju bintang Ramadhan TV One.

Berikut diantara ilmu yang saya tangkap dari penyampaian beliau. Simak baik-baik ya 🙂

 Menikah itu bukan sekadar  syahwat. Menikah punya 3 poin utama, yaitu :

  1. Merupakan ibadah utama.

Tentu kita tak asing dengan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa seorang yang telah menikah sama dengan menggenapkan separuh agama. Itu artinya orang yang sudah menikah mendapat pahala separuh agama.

  1. Tanggung jawab sebagai orang tua.

Dalam hadist yang juga cukup terkenal disebutkan ada 3 amal yang tidak akan terputus ketika kita meninggal, yaitu, ilmu yang bermanfaat, shodaqoh jariyah, dan anak yang shaleh. Setelah menikah pasti kita berharap mempunyai anak anak sholeh dan sholihah. Itulah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk membesarkan anak anak kita agar menjadi anak sholeh dan sholihah sekaligus menjadi tabungan amal kita kelak yang tak akan terputus.

  1. Kaderisasi iman

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tugas kita sebagai orang tua memberikan pendidikan jangka panjang kepada kader-kader yang tak lain adalah anak-anak kita sendiri sebagai bentuk investasi amal dan pahala.

Ketakwaan cirinya ada dua yaitu mampu menahan syahwat dan beramal yang produktif. Dari kedua hal tersebut yang lebih mudah dilakukan adalah ciri pertama yaitu mampu menahan syahwat. Bagaimana caranya? The only answer is ‘Menikah’ 🙂 Sementara mungkin amalan kita sudah bagus, cukup produktif. Namun namanya juga manusia pasti ada masanya futur melanda kita.

Continue reading

Workshop Menanti Jodoh by Asma Nadia

Alhamdulillaah hari ini berkesempatan mengikuti workshop pernikahan bertema menanti jodoh dan berbagai persiapan pernikahan. Adalah Asma Nadia dan Isa Alamsyah sebagai pembicara yang tak diragukan lagi karya-karya serial pernikahannya telah laris di pasaran. Workshop ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, bertempat di JDC (Jakarta Design Center) yang berada di daerah Slipi Petamburan. Berbekal Google Map dan info hasil googling, saya dan teman saya sampai juga di tempat acara.

Kebanyakan peserta workshop yang hadir belum berkeluarga sesuai dengan tema yang diusung. Namun tak sedikit pula peserta yang telah berkeluarga. Bahkan ada yang datang bersama pasangannya.

Bunda Asma Nadia menyampaikan bahwa tujuan pernikahan adalah sakinah. Sementara jalan menuju sakinah dimulai dari memperhatikan calon pasangan kita. Dalam memilih pasangan, kita harus cermat. Jangan menikah hanya karena jatuh cinta padanya. Juga jangan menghabiskan waktu, pikiran, dan energi untuk seseorang yang tidak mengukir namamu di hatinya.

Sifat atau karakter calon pasangan dapat kita ketahui dari kehidupannya sehari-hari. Misal bagaimana cara ia memperlakukan ibunya. Jika calon pasangan itu benar-benar memuliakan ibunya pasti kelak ia juga akan berlaku sama dengan istrinya. Contoh lain bagaimana ia gigih memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Hal ini akan berimbas ketika ia mencari nafkah untuk keluarganya kelak. Berasal dari keluarga kaya raya tak selalu menjamin seseorang dapat membahagiakan anak istrinya jika kegigihan tak menyertainya. Quote penting dari bunda Asma Nadia dalam memilih jodoh adalah menikahlah karena dia, surga terasa lebih dekat. 🙂

Continue reading

Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat

Katakan ‘YA’

YA, untuk senyum indah yang dapat membangkitkan cinta dan memberikan kasih sayang kepada orang lain.

YA, untuk kata-kata baik yang dapat membangun persahabatan sejati dan menjauhkan rasa dengki.

YA, untuk sedekah yang membahagiakan orang miskin, menyenangkan orang fakir, dan mengenyangkan orang lapar.

YA, untuk pertemuan membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al Qur’an, serta bertaubat dan istighfar.

YA, untuk kebiasaan dzikir, istighfar, doa, dan memperbarui taubat.

YA, untuk perhatian mendidik anak dengan agama, mengajari mereka dengan As Sunnah, dan membimbing mereka dengan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka.

YA, untuk kesopanan dan hijab yang diperintahkan Allah SWT. Itulah cara menjaga dan memelihara diri.

YA, untuk persahabatan dengan wanita-wanita baik yang takut kepada Allah SWT, mencintai agama, dan menghormati nilai-nilai luhur.

YA, untuk sikap berbakti kepada ibu dan bapak, silaturahmi, memuliakan tetangga, dan merawat anak yatim.

YA, untuk kebiasaan membaca buku yang bermanfaat dan bermutu serta menelaah buku yang mengandung kebaikan.

Continue reading