Tilang

Bapak, aku tadi kena tilang..

Kurang sedekah kamu mbak..

Satu kalimat dari bapak yang buat speechless untuk sekian detik kemudian. Jawaban di luar ekspektasi. Berharap respon, kok bisa? Dimana kena tilangnya? Sidang apa bayar di tempat? Diminta bayar berapa? Ya, walau pada akhirnya respon yang diharapkan itu ditanyakan juga.

Lalu saya coba ingat-ingat, kapan terakhir kali saya sedekah? Nampaknya sudah lama sekali sampai saya tak bisa mengingatnya. Sedekah itu memang harus diagendakan. Bukan melakukan ketika ada kesempatan, tapi mencari kesempatan untuk melakukan.

Ah, bapak… Jadi rindu…

kadar kecukupan

Kisah seorang perempuan kerja, punya penghasilan sendiri, masih single lagi. Namanya perempuan, pengin beli ini itu. Walau sudah punya cukup baju, cukup sepatu, tetap aja pengin yang baru. Apalagi online shop saat ini sudah menjamur bak payung warna warni kala musim penghujan. Tinggal buka hape, scroll sana sini, masukin keranjang belanja, transfer via e-banking, beberapa hari kemudian barang datang. Perempuan dimanjakan dengan segala kemudahan, gimana nggak bikin ketagihan?

Pergolakan batin perempuan itu pun dimulai.
Mumpung masih single dinikmatin hasil kerjanya, someone said.
Iya, bisa-bisa uangnya jamuran di tabungan, another one said.

Beruntungnya perempuan itu dibesarkan dengan sangat penuh kehati-hatian oleh orang tuanya. Otomatis sifat itu terus melekat dalam dirinya. Bisa menahan meskipun dengan kepayahan.

Hidup itu jangan berlebihan, begitu nasihat yang ia terima. Kalau mau beli sesuatu dipertimbangkan masak-masak, apakah itu sebuah kebutuhan atau hanya sekadar keinginan? Mungkin bagi sebagian orang hal-hal seperti itu bisa disalahartikan, sampai-sampai dibilang terlalu perhitungan. Ya terserahlah ya apa kata orang. Yang paling tau kebutuhan kita kan emang kita sendiri.

Sekarang saat anak perempuannya telah cukup dewasa, punya penghasilan sendiri, nasihat itu pun tetap sama. Intinya boleh saja menikmati hasil kerja keras selama ini, tapi jangan pula sampai berlebih-lebihan. Ada kadar kecukupan yang harus kita pegang. Ada pula hak orang lain yang perlu kita tunaikan.

Tamu

Semenguras-ngurasnya perasaan, kita tetep harus memberikan pelayanan prima ke pengunjung kan?

Chief : Din, ini ada yang minta softcopy publikasi. Tolong dicopykan trus bawa ke atas ya?

Saya : Baik Bu.

Belum selesai burn publikasi ke dvd, hape berdering lagi

Chief : Din, kan kita minta data juga ke instansi bapak ini. Udah dapat belum datanya?

Saya : Sudah Bu, cuma kemarin ke instansi X katanya data A adanya di instansi bapak itu Bu.

Chief : yaudah nanti kamu sekalian minta yang belum ada itu. Mumpung bapaknya di sini

Saya : Ya Bu, saya print kan lagi tabel yang harus diisi.

Naik tangga ke lantai dua

Saya : Ini Pak publikasinya (nyerahin dvd) sama ini tabel yang masih kurang, minta tolong nanti diisi (nyodorin kertas)

Tamu : (ngeliat kertas, mikir bentar) lho ini datanya ada di instansi X mb..

Saya : kemarin sudah ke instansi X katanya untuk klasifikasi ini datanya ada di instansi bapak. Kalo klasifikasi yang lain ada di sana dan sudah kami terima datanya Pak.

Tamu : tapi kita dapat data dari instansi X itu lho mba..

Chief : lah gimana Pak malah lempar lemparan..

Tamu : yaudah nanti saya tanya ke bagian bla bla bla dulu

Chief : nah gitu dong Pak kami tunggu lho ya

Tamu : tapi ini tabelnya klasifikasi yang diminta aja dong, masak ada tabel yang udah diisi dari instansi lain juga. Sama sumbernya ini diganti sama instansi saya..

Chief : Dina tolong diprintkan lagi tabel klasifikasi yang diminta aja sama sumbernya diganti

Saya : baik Bu

Turun tangga

Saya pun ngedit tabel yang tadi. Saya print trus naik tangga ke lantai dua.

Saya : ini Pak, Bu sudah saya perbaiki

Chief : tolong tanyain seksi bla bla bla katanya mereka juga minta data ke instansi bapak ini

Saya nemuin kasie yang dimaksud. Setelah nerima dokumen saya kembali ke ruangan ibu kepala.

Saya : (menyerahkan dokumen)

Chief : ini Pak dokumen yang ini juga belum masuk ke kantor kami.

Tamu : (ngeliat-liat dokumen) ini masak keterangan tempatnya kota sebelah. Copas yaaa..

Chief : (ngecek dokumen) oh iya, din panggilin bu R (kasie yang ngasih dokumen tadi)

Saya : bu R nya lagi ketemu sama petugas sensus Bu

Chief : yaudah kamu tolong perbaiki ini

Saya : (mulai panas) Iya Bu -Baca selengkapnya->

Habiskan air minummu

Sedih ngeliatnya. Gelas gelas air mineral itu hanya disentuh sekali teguk, lalu dibiarkan begitu saja. Makin sedih kala ngeliat nggak cuma seorang yang melakukan hal itu. Ada banyak gelas-gelas air mineral yang ditinggalkan oleh si penegak dengan sisa air yang bahkan lebih dari setengah isi gelas plastik. Lebih jengkel lagi kalo memergoki orang yang tak menegak habis tadi mengambil kembali air mineral baru, menegaknya, lalu kembali meninggalkan sisa air mineral dalam gelas yang baru diminumnya.

Huft. In my opinion, that was a BIG bad habit. Itu baru air mineral gelas plastik, belum yang botol. Dugaan saya, orang yang mengonsumsi air mineral botol cenderung akan tidak menghabiskan daripada orang yang mengonsumsi air mineral gelas. Walaupun belum diuji statistik dengan tingkat kepercayaan sekian persen tapi saya yakin dugaan saya itu tidak salah >,<

Coba bayangkan, berapa liter air minum yang bisa dikumpulkan dari akumulatif sisa sisa air mineral tadi. Sayang banget kan? Di saat kita membuang-buang air dengan seenaknya, ada saudara kita di bagian Indonesia lain sana sedang kesusahan mencari air.

Saya jadi ingat kenapa dulu bapak saya sering menegur kami yang suka tidak menghabiskan air dalam gelas yang kami pakai. Kata beliau, ambillah sesuai perkiraan yang akan kami minum. Kalo toh kebanyakan, jangan tinggalkan gelas itu begitu saja. Ambil tutup gelas untuk menjaga air dalam gelas yang tak kuat kami habiskan itu. Dulu sempat sebel sih, kenapa yang kayak gitu aja nyampek diurusin dan jadi perhatian. Ternyata pelajaran berharga dari bapak saya ini menjadikan kebiasaan baik bagi kami. Tapi efek sampingnya ya jadi sebel ngeliat orang lain suka nggak ngabisin air minum mereka. Sebelnya dipendem dalam ati lagi, karena lebih milih diem daripada negur orang itu, takut tersinggung. Serba salah kan..

Mungkin sebagai alternatif untuk acara-acara yang menggunakan gelas-gelas air mineral bisa mulai diganti dengan penggunaan galon isi ulang. Cara ini lebih ribet sih, tapi sebagai upaya menjaga ketersediaan air minum (tsahh) juga upaya mengurangi penggunaan plastik, alternatif ini perlu lah mulai digalakkan. Dulu waktu masih jadi mahasiswa, ketika saya dan teman-teman mengadakan suatu kegiatan, ย kami pake galon isi ulang. Ternyata kami merasakan efek positif lainnya yaitu lebih murah, hehehe bener-bener mahasiswa efektif dan efisien dah.

Nah ayo mulai sekarang yang masih suka menyisakan air mineralnya, mulai diubah kebiasaannya. Semoga langkah-langkah kecil yang kita lakukan bisaย bermanfaat ya ๐Ÿ™‚

BIMTEK PEMBINAAN TI

Namanya juga anak rantau. Selalu senang kalo disuruh balik kampung halaman. Apalagi gratisan, hehe. Yap, awal bulan ini mendapat kepercayaan mengikuti bimtek pembinaan TI dalam rangka Sensus Ekonomi 2016. Lokasinya itu lho yang bikin bahagia nggak ketulungan ๐Ÿ˜€ Yogyakarta! Yang kepikiran tentu saja pulang kampungnya, hehe. Secara Magelang kan cuma selemparan mata dari Jogja #halah. Sekali merengkuh dayung, 2 pulau terlewati, begitu kata peribahasa ๐Ÿ˜€

Pengalaman berharga banget bisa ikut bimtek ini. Selama bimtek, kami dibagi dalam kelas-kelas. Setiap hari selama 5 hari, kelas diawali pada pukul 07.30 sampai 21.00. Beragam materi kami pelajari di sana. Mulai dari standardisasi penyusunan publikasi, cara scan dokumen SE, firewall, sharepoint, tips and trik mencegah dan menangani serangan web, sampai diajarin KOFAX (bagaimana membuat aplikasi tanpa coding, jadi drag and drop aja). Ya walau letih dan pusing menghampiri, tetep senang yang lebih mendominasi ๐Ÿ˜€

Acara semacam bimtek ini juga dijadikan ajang reuni alumni STIS yang telah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Kapan lagi kan bisa ketemu teman sengkatan yang ditempatkan di pulau nun jauh di sana. Alumni dari berbagai angkatan hadir dalam bimtek ini mewakili daerah pengabdiannya masing-masing. Mulailah foto-foto ramai di timeline berbagai media sosial. Bahkan ada pula yang dadakan membuat grup hanya demi bisa mengumpulkan teman seangkatan untuk diajak foto bersama, the power of solidarity and narsis-ity wkwkwk..

IMG_8893

IMG_9093

PAHAWANG UNLOCKED

Udah sekian bulan tinggal di Lampung tapi belum ngrasain pesona lautnya. Pas banget lagi butuh piknik, ada ajakan ke Pulau Pahawang, pulau yang cukup terkenal bagi para pecinta wisata bawah laut. Emang sesuatu yang direncanakan jauh hari itu cenderung memiliki peluang tidak jadi. Beda sama sesuatu yang nggak perlu lama diwacanakan, langsung disiapkan, dan langsung dilaksanakan, hahaha.

Sebagai pengikut, saya percayakan sepenuhnya semua persiapan kepada yang membuat acara ๐Ÿ˜€ โ€“bukan nggak mau ikut ngurusin lho ya- Jadi ini adalah ide dari adek tingkat sesama penempatan Lampung. Terima kasih banyak adek-adek ๐Ÿ˜€ Starting point telah ditentukan and letโ€™s enjoy the holiday!

Untuk dapat ke Pulau Pahawang, kami terlebih dahulu harus menuju dermaga penyeberangan Ketapang. Nggak jauh-jauh banget kok dermaga itu dari kota Bandar Lampung, dapat ditempuh antara 1,5-2 jam perjalanan. Kalau sudah memasuki kawasan wisata, akan banyak pilihan pantai yang menggiurkan sekaligus membingungkan. Karena semuanya memikat untuk dikunjungi ๐Ÿ˜€ Sesuai tujuan awal, kami pun menuju dermaga penyeberangan Pulau Pahawang.

Sampai dermaga, sudah menanti para pemilik kapal dan persewaan alat selam. Tanpa babibu, kami pun segera berganti kostum, memakai pelampung, tak lupa dengan alat selam dan kaki sirip ikan. Naik kapal dan meluncurlah kita ke Pulau Pahawang. Baru beberapa meter berjalan, si mas nahkoda membalikkan arah kapalnya. Kami pun bingung, mau bertanya tapi suara kami kalah dengan suara mesin kapal. Ternyata oh ternyata tempat bensin (atau oli ya โ€“lupa) kapal yang kami tumpangi bocor. Yaah, mana matahari mulai terik gini lagi. Tapiii semuanya pasti ada hikmahnya, masih untung kan ketauannya deket, coba kalo ketauannya udah di tengah-tengah perjalanan, kan lebih berisiko.

Karena lapar membuat emosi meninggi, akhirnya sambil menunggu diperbaiki, kami santap bekal yang sekiranya mau kami nikmati begitu sampai di Pulau Pahawang, ๐Ÿ˜€ Tak lama selesai kami makan, kapal bisa berlayar lagi, yeay!

Penyeberangan ke Pulau Pahawangnya lumayan lama euy. Ada kali 45 menit an. Tak secepat yang dibayangkan, hehe. Sampai di Pulau Pahawang, kami diajari praktik dasar menyelam. Baru pertama kali pake itu alat selam, saya agak kebingungan. Sudah dipasang tapi waktu belajar masukin kepala ke dalam laut belum bisa ngambil nafas pake mulut. Dicoba eh malah airnya masuk ke alat selamnya, wkwkwk. Ternyata masang alat selamnya masih salah dan kurang kenceng. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sedikit-sedikit bisa. Yah, emang musti dicoba, kalo nggak nyoba kapan bisanya kan?

Ketika udah sukses make alat selam kami diajak ke tengah laut, maunya sih di pinggiran aja, lah mau ngeliat batu apa karang neng? Yaa, batu karang pak, hahaha ngeles teteup ๐Ÿ™‚ Ke tengah laut pikirannya negatif aja kan, gimana kalo tiba-tiba kamu nggak bisa nafas, trus nggak ada yang nolongin kamu, mau mlipir ke pinggir kayaknya jauuuh banget. Meski saya bisa renang dikit-dikit tetep aja takut ngeliat laut yang dalem gitu. Walhasil setengah jam pertama snorkling itu saya megangin temen saya terus, hahaha lucu kalo ngingetnya. Lama-lama saya coba sendiri ternyata BISA! Asyik aku udah bisa snorkling! Hahaha. Akhirnya bisa ngeliat batu karang, ikan-ikan nemo dengan bebasnya. Subhanallah indah banget, serius!

Nah ini ada beberapa tips buat yang mau snorkling :

  1. Usahakan pagi biar nggak tersengat sinar matahari, pakai sunscreen jangan lupa
  2. Bawa remah-remah roti atau makanan yang ikan suka, dijamin ikannya bakal ngumpul, kan bagus buat difoto ๐Ÿ˜€
  3. Pake pakaian yang agak tebal untuk melindungi kulit. Pengalaman kemarin beberapa hari setelah snorkling muncul bercak-bercak merah di kulit yang lumayan lama ilangnya, kemungkinan kena karang atau hewan laut lainnya
  4. Nggak mau melewatkan momen snorkling begitu saja kan? Pasti mau diabadikan ya kan? Jangan lupa bawa kamera underwater, ada sih persewaan di sini tapi mahal. Kalo pun nggak punya kamera, tinggal bawa pelindung hape underwater. Kemarin kami juga hanya bermodalkan pelindung hape itu tapi hasilnya lumayan kok.
  5. Snorkling itu menguras energi jadi upayakan bawa bekal yang cukup.

20151010_092222[1]

IMG-20151010-WA0011[1]

20151010_135140[1]

Baik Sangka

Pernah kan ngrasa kecewa pada suatu hal? Bisa pekerjaan, keadaan, atau apapun itu. Saya sering ngrasa kayak gitu. Misal, di kantor ada suatu pekerjaan besar. Saya ingin menjadi bagian dalam pekerjaan tersebut. Lalu kepala kantor malah menyuruh orang lain bertanggung jawab terhadap pekerjaan itu. Saya yang saat itu dalam kondisi lapang (tidak terlalu banyak pekerjaan) merasa dinomorsekiankan (maafkan saya yang terlalu terbawa perasaan hehe). Kenapa bukan saya? Kenapa orang lain? Karena sudah keputusan atasan, ya sudah manut aja.

Waktu berlalu dan pekerjaan itu memang menguras waktu, energi, dan tenaga. Ketika pekerjaan itu menuai banyak kritik karena kesalahan yang terjadi, petugas yang kurang cermat mengerjakan, dan banyak masalah lainnya. Otomatis atasan sering menegur penanggung jawab tadi-peran yang pada awalnya ingin saya mainkan-.

Dari situ baru saya sadar bahwa itulah keputusan paling bijak, yang Allah turunkan melalui perantara atasan saya. Jika saya berada di posisi penanggung jawab tadi, mungkin saya tak sekuat dia. Yang sewaktu-waktu dikritik habis-habisan, terus menerus diteror dengan PING deadline. Ya, pada intinya memang semua yang terjadi dalam hidup ini sudah ada yang mengatur. Yang kita pengin belum tentu baik bagi kita, yang kita pengin belum tentu mampu kita jalani. Maka pada setiap jalan hidup yang harus kita lalui, berbaik sangkalah padaNya.

Penyakit buruk sangka itu memang sangat berbahaya. Tak baik bagi kesehatan jiwa dan raga. Bikin kesel sendiri, marah-marah sendiri, padahal belum tentu yang kita pikirkan itu benar-benar terjadi. Yang bikin nyesek lagi, justru yang kita pikirkan itu berkebalikan seratus delapan puluh derajat dari kenyataan. Dan seringkali yg kita pikirkan adalah hal-hal buruk. Hey, ayok mulai biasakan diri selalu berpikir positif, berbaik sangka dengan segala keadaan yang menghampiri kita. Udah berpahala bikin hati tenang pula ๐Ÿ™‚

A positive mindset will determine your happiness

download