Tilang

Bapak, aku tadi kena tilang..

Kurang sedekah kamu mbak..

Satu kalimat dari bapak yang buat speechless untuk sekian detik kemudian. Jawaban di luar ekspektasi. Berharap respon, kok bisa? Dimana kena tilangnya? Sidang apa bayar di tempat? Diminta bayar berapa? Ya, walau pada akhirnya respon yang diharapkan itu ditanyakan juga.

Lalu saya coba ingat-ingat, kapan terakhir kali saya sedekah? Nampaknya sudah lama sekali sampai saya tak bisa mengingatnya. Sedekah itu memang harus diagendakan. Bukan melakukan ketika ada kesempatan, tapi mencari kesempatan untuk melakukan.

Ah, bapak… Jadi rindu…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s