PAHAWANG UNLOCKED

Udah sekian bulan tinggal di Lampung tapi belum ngrasain pesona lautnya. Pas banget lagi butuh piknik, ada ajakan ke Pulau Pahawang, pulau yang cukup terkenal bagi para pecinta wisata bawah laut. Emang sesuatu yang direncanakan jauh hari itu cenderung memiliki peluang tidak jadi. Beda sama sesuatu yang nggak perlu lama diwacanakan, langsung disiapkan, dan langsung dilaksanakan, hahaha.

Sebagai pengikut, saya percayakan sepenuhnya semua persiapan kepada yang membuat acara πŸ˜€ –bukan nggak mau ikut ngurusin lho ya- Jadi ini adalah ide dari adek tingkat sesama penempatan Lampung. Terima kasih banyak adek-adek πŸ˜€ Starting point telah ditentukan and let’s enjoy the holiday!

Untuk dapat ke Pulau Pahawang, kami terlebih dahulu harus menuju dermaga penyeberangan Ketapang. Nggak jauh-jauh banget kok dermaga itu dari kota Bandar Lampung, dapat ditempuh antara 1,5-2 jam perjalanan. Kalau sudah memasuki kawasan wisata, akan banyak pilihan pantai yang menggiurkan sekaligus membingungkan. Karena semuanya memikat untuk dikunjungi πŸ˜€ Sesuai tujuan awal, kami pun menuju dermaga penyeberangan Pulau Pahawang.

Sampai dermaga, sudah menanti para pemilik kapal dan persewaan alat selam. Tanpa babibu, kami pun segera berganti kostum, memakai pelampung, tak lupa dengan alat selam dan kaki sirip ikan. Naik kapal dan meluncurlah kita ke Pulau Pahawang. Baru beberapa meter berjalan, si mas nahkoda membalikkan arah kapalnya. Kami pun bingung, mau bertanya tapi suara kami kalah dengan suara mesin kapal. Ternyata oh ternyata tempat bensin (atau oli ya –lupa) kapal yang kami tumpangi bocor. Yaah, mana matahari mulai terik gini lagi. Tapiii semuanya pasti ada hikmahnya, masih untung kan ketauannya deket, coba kalo ketauannya udah di tengah-tengah perjalanan, kan lebih berisiko.

Karena lapar membuat emosi meninggi, akhirnya sambil menunggu diperbaiki, kami santap bekal yang sekiranya mau kami nikmati begitu sampai di Pulau Pahawang, πŸ˜€ Tak lama selesai kami makan, kapal bisa berlayar lagi, yeay!

Penyeberangan ke Pulau Pahawangnya lumayan lama euy. Ada kali 45 menit an. Tak secepat yang dibayangkan, hehe. Sampai di Pulau Pahawang, kami diajari praktik dasar menyelam. Baru pertama kali pake itu alat selam, saya agak kebingungan. Sudah dipasang tapi waktu belajar masukin kepala ke dalam laut belum bisa ngambil nafas pake mulut. Dicoba eh malah airnya masuk ke alat selamnya, wkwkwk. Ternyata masang alat selamnya masih salah dan kurang kenceng. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sedikit-sedikit bisa. Yah, emang musti dicoba, kalo nggak nyoba kapan bisanya kan?

Ketika udah sukses make alat selam kami diajak ke tengah laut, maunya sih di pinggiran aja, lah mau ngeliat batu apa karang neng? Yaa, batu karang pak, hahaha ngeles teteup πŸ™‚ Ke tengah laut pikirannya negatif aja kan, gimana kalo tiba-tiba kamu nggak bisa nafas, trus nggak ada yang nolongin kamu, mau mlipir ke pinggir kayaknya jauuuh banget. Meski saya bisa renang dikit-dikit tetep aja takut ngeliat laut yang dalem gitu. Walhasil setengah jam pertama snorkling itu saya megangin temen saya terus, hahaha lucu kalo ngingetnya. Lama-lama saya coba sendiri ternyata BISA! Asyik aku udah bisa snorkling! Hahaha. Akhirnya bisa ngeliat batu karang, ikan-ikan nemo dengan bebasnya. Subhanallah indah banget, serius!

Nah ini ada beberapa tips buat yang mau snorkling :

  1. Usahakan pagi biar nggak tersengat sinar matahari, pakai sunscreen jangan lupa
  2. Bawa remah-remah roti atau makanan yang ikan suka, dijamin ikannya bakal ngumpul, kan bagus buat difoto πŸ˜€
  3. Pake pakaian yang agak tebal untuk melindungi kulit. Pengalaman kemarin beberapa hari setelah snorkling muncul bercak-bercak merah di kulit yang lumayan lama ilangnya, kemungkinan kena karang atau hewan laut lainnya
  4. Nggak mau melewatkan momen snorkling begitu saja kan? Pasti mau diabadikan ya kan? Jangan lupa bawa kamera underwater, ada sih persewaan di sini tapi mahal. Kalo pun nggak punya kamera, tinggal bawa pelindung hape underwater. Kemarin kami juga hanya bermodalkan pelindung hape itu tapi hasilnya lumayan kok.
  5. Snorkling itu menguras energi jadi upayakan bawa bekal yang cukup.

20151010_092222[1]

IMG-20151010-WA0011[1]

20151010_135140[1]

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s