Kajian Pernikahan “Akurapopo”

Nampaknya topik tentang pernikahan sedang marak akhir-akhir ini. Begitu intens diperbincangkan oleh rekan-rekan. Untuk itulah kami yang merupakan alumni Rohis STIS angkatan 51 berinisiatif mengadakan kajian pernikahan untuk teman-teman seangkatan kami. Kajian ini diberi nama Akurapopo yang merupakan singkatan dari “Aku Raih Pernikahan Oke Penuh Ridho” 😀

IMG_20140607_150519

Dalam kesempatan tersebut kami mengundang 2 orang ustaz yang memang tidak diragukana lagi kecakapannya dalam menyampaikan materi terkait pernikahan. Yang pertama adalah ustaz Bendri Jaisyurahman (@ajobendri). Beliau adalah salah satu pengajar APWA (Ar Rahman Pre Wedding Academy) juga menjadi pembimbing di beberapa acara stasiun TV seperti Pildacil ANTV dan menuju bintang Ramadhan TV One.

Berikut diantara ilmu yang saya tangkap dari penyampaian beliau. Simak baik-baik ya 🙂

 Menikah itu bukan sekadar  syahwat. Menikah punya 3 poin utama, yaitu :

  1. Merupakan ibadah utama.

Tentu kita tak asing dengan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa seorang yang telah menikah sama dengan menggenapkan separuh agama. Itu artinya orang yang sudah menikah mendapat pahala separuh agama.

  1. Tanggung jawab sebagai orang tua.

Dalam hadist yang juga cukup terkenal disebutkan ada 3 amal yang tidak akan terputus ketika kita meninggal, yaitu, ilmu yang bermanfaat, shodaqoh jariyah, dan anak yang shaleh. Setelah menikah pasti kita berharap mempunyai anak anak sholeh dan sholihah. Itulah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk membesarkan anak anak kita agar menjadi anak sholeh dan sholihah sekaligus menjadi tabungan amal kita kelak yang tak akan terputus.

  1. Kaderisasi iman

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tugas kita sebagai orang tua memberikan pendidikan jangka panjang kepada kader-kader yang tak lain adalah anak-anak kita sendiri sebagai bentuk investasi amal dan pahala.

Ketakwaan cirinya ada dua yaitu mampu menahan syahwat dan beramal yang produktif. Dari kedua hal tersebut yang lebih mudah dilakukan adalah ciri pertama yaitu mampu menahan syahwat. Bagaimana caranya? The only answer is ‘Menikah’ 🙂 Sementara mungkin amalan kita sudah bagus, cukup produktif. Namun namanya juga manusia pasti ada masanya futur melanda kita.

Ustaz Bendri menyampaikan ada 3 jenis jodoh, yaitu :

  1. Jodoh di dunia tapi tidak di akhirat

Hal ini disebabkan salah satunya atau kedua-duanya kafir. Contohnya Asiyah dan Fir’aun. Seperti kita tau Asiyah termasuk 4 shohabiyah yang dijamin masuk surga tapi suaminya Fir’aun dikenal sebagai pemimpin yang bengis. Mereka berjodoh di dunia tapi tidak di akhirat.

  1. Jodoh di akhirat tapi tidak di dunia

Hal ini bisa terjadi pada seseorang yang takdir kematiannya mendahului takdir pernikahannya. Dengan catatan selama dia menjomlo dulu termasuk kategori jomblo mulia atau jomblo takwa.

  1. Jodoh di dunia dan di akhirat

Kategori ketiga inilah yang kita harapkan. Untuk itulah kita minta kepada Allah agar dijodohkan dengan seseorang yang bisa mendampingi baik di dunia maupun di akhirat. ^_^

Kedurhakaan tidak hanya dilakukan seorang anak kepada orang tuanya. Kedurhakaan juga bisa dilakukan orang tua kepada anaknya. Seperti tidak memahami keinginan anak, tidak tau dan tidak mau tau masalah yang dihadapi anak, tidak memberikan ilmu agama yang baik kepada anak, dll. Dan kedurhakaan orang tua dimulai ketika salah memilih pasangan.

Berikut solusi yang diberikan ustaz Bendri untuk kita yang tengah mempersiapkan menggenapkan separuh agama :

  1. Ukur diri, apakah kita sudah siap menikah atau masih bersikap kekanak-kanakan?
  2. Matangkan diri dengan tarbiyah, diantaranya dengan cara aktif dalam berorganisasi
  3. Pelajari ilmu nikah, diantara manfaat ilmu nikah :
  4. Mengetahui medan tempur, orang yang mengetahui mapping dengan benar akan lebih berani
  5. Memberi rasa tenang
  6. Memberi solusi saat ada masalah
  7. Cepat melakukan evaluasi jika ada kesalahan
  8. Berpuasa, jika kita belum mampu menikah maka berpuasalah untuk menjaga nafsu
  9. Sibukkan diri dengan amal sholeh

Ustaz kedua yang mengisi kajian kali ini adalah Ustaz Budi Dharmawan, S.Psi. Ustaz Budi dikenal sebagai pendidik, konsultan dan psikolog keluarga. Beliau adalah suami dari seorang hafidzah, Alm. Yoyoh Yusroh. 11 diantara 13 anaknya juga merupakan penghafal Al Qur’an. Subhanallaah :’)

Materi yang beliau sampaikan tak kalah bagus. Penuh motivasi dan inspirasi. Beliau berkata bahwa sebuah pernikahan itu harus dipertahankan. Bukan karena sudah banyak anak, bukan karena alasan cinta, tapi semata-mata karena kita sudah membuat komitmen atau akad. Saat mengucap akad itupun bukan semata-mata antarmanusia tapi dengan Allah.

Pernikahan itu bukan main-main. Sungguhannya itu sungguhan, bercandanya pun sungguhan. Ada 7K kunci mempertahankan rumah tangga yang penuh berkah, yaitu

  1. Ketakwaan
  2. Kesetiaan
  3. Kasih sayang
  4. Komunikasi
  5. Keterbukaan
  6. Kejujuran

Dalam kesempatan itu, Ustaz Budi juga menyampaikan kiat-kiat mendidik anak. Diantaranya beliau sering memanfaatkan waktu emas anak-anaknya ketika di rumah. Sebagai contoh jika sebagian orang tua memberikan uang jajan kepada anaknya setelah sarapan atau sebelum berangkat ke sekolah, maka lain halnya dengan keluarga ini. Beliau menjanjikan akan memberikan uang jajan lebih bagi anaknya yang melaksanakan sholat subuh berjamaah. Tak heran ya kenapa keluarga ini bisa mencetak generasi penghafal Al Qur’an :’)

Alhamdulillaah, begitu besar apresiasi dari teman-teman untuk mengikuti kajian ini. Nasyidnya juga oke punya, two thumbs up! Coba kalo ada produser musik, yakin deh bakal diorbitin, hehe.

Jazakumullah khoiron katsir kepada rekan-rekan panitia yang sudah rela meluangkan tenaga, pikiran, waktu di sela-sela kesibukan magang mempersiapkan kajian ini. Daaann, hasilnya cukup memuaskan 😀

Bagi yang sedang menunggu jodohnya semoga lekas dipertemukan dengan pilihan terbaikNya di waktu yang tepat ^__^

Pelajarilah ilmunya sebelum kalian berumah tangga dan ingat janji Allah bahwa di surga tidak ada jomblo 🙂

Tidak ada yang lebih indah daripada 2 orang yang saling mencinta karena menikah. (HR. Hakim)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s