Workshop Menanti Jodoh by Asma Nadia

Alhamdulillaah hari ini berkesempatan mengikuti workshop pernikahan bertema menanti jodoh dan berbagai persiapan pernikahan. Adalah Asma Nadia dan Isa Alamsyah sebagai pembicara yang tak diragukan lagi karya-karya serial pernikahannya telah laris di pasaran. Workshop ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, bertempat di JDC (Jakarta Design Center) yang berada di daerah Slipi Petamburan. Berbekal Google Map dan info hasil googling, saya dan teman saya sampai juga di tempat acara.

Kebanyakan peserta workshop yang hadir belum berkeluarga sesuai dengan tema yang diusung. Namun tak sedikit pula peserta yang telah berkeluarga. Bahkan ada yang datang bersama pasangannya.

Bunda Asma Nadia menyampaikan bahwa tujuan pernikahan adalah sakinah. Sementara jalan menuju sakinah dimulai dari memperhatikan calon pasangan kita. Dalam memilih pasangan, kita harus cermat. Jangan menikah hanya karena jatuh cinta padanya. Juga jangan menghabiskan waktu, pikiran, dan energi untuk seseorang yang tidak mengukir namamu di hatinya.

Sifat atau karakter calon pasangan dapat kita ketahui dari kehidupannya sehari-hari. Misal bagaimana cara ia memperlakukan ibunya. Jika calon pasangan itu benar-benar memuliakan ibunya pasti kelak ia juga akan berlaku sama dengan istrinya. Contoh lain bagaimana ia gigih memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Hal ini akan berimbas ketika ia mencari nafkah untuk keluarganya kelak. Berasal dari keluarga kaya raya tak selalu menjamin seseorang dapat membahagiakan anak istrinya jika kegigihan tak menyertainya. Quote penting dari bunda Asma Nadia dalam memilih jodoh adalah menikahlah karena dia, surga terasa lebih dekat. 🙂

Selain mengenali calon pasangan, kita juga perlu mengenali diri kita sendiri. Karena pengetahuan seseorang tentang dirinya akan menenteramkan. Kita bisa tahu siapa dan sifat pasangan seperti apa yang dibutuhkan. Misal kita tipe orang yang lemah lembut, penuh perasaan dalam memutuskan suatu masalah, maka calon yang tepat adalah seseorang yang tegas dan mengayomi.

Dalam penantian jodoh, kita sebagai wanita apakah hanya perlu menunggu? Tentu tidak, ikhtiar juga harus dilaksanakan. Selama proses menunggu dapat kita manfaatkan dengan menambah berbagai ilmu, menambah hafalan Al Qur’an, mempercantik diri lahir batin, juga rajin- rajin bersilaturrahim karena jodoh bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Yang pasti yakin akan janji Alloh, laki-laki baik hanya untuk wanita baik.

Ada joke seputar perbedaan pria dan cowok, cekidot 🙂

Pria Cowok
1. Tahu jelas lima tahun lagi mau jadi apa 1. Tidak jelas lima menit lagi mau ngapain
2. Sebelum umur 30 tahun sudah banyak uang 2. Sebelum umur 30 tahun sudah banyak dosa
3. Mencintai wanita 10% pada pertemuan awal dan meningkat terus 3. Mencintai wanita 100% pada pertemuan awal dan menurun terus
4. Berpikir dewasa seperti usia 40 tahun saat usia 17 tahun 4. Berpikir kekanakan seperti usia 17 tahun saat usia 40 tahun
5. Otak nomor 1 digabungin otot kalo terpaksa 5. Otot nomor 1 ditambah otak kalo punya

Ada yang bilang bahwa untuk mengetahui karakter atau watak asli seseorang, ajaklah ia naik gunung. Karena ketika sedang kelelahan, kehabisan tenaga, dalam keadaan serba kekurangan, dalam keadaan tak nyaman, ketika menghadapi masalah, akan terlihat kualitas manusia. Dengan kata lain, masalah adalah cara mudah mendeteksi kualitas seseorang.

Nah, cara itu bisa kita terapkan ketika seseorang sudah menyampaikan niatnya untuk kenalan (ta’aruf) atau semacamnya. Berikan calon tersebut suatu kasus. Lihat bagaimana ia mengatasi masalah. How fast? How smart? How independent? How effective? How good? How wise? (judging?) How cool? (panic?) Jawaban calon tentang bagaimana menghadapi masalah tersebut dapat kita jadikan pertimbangan apakah ingin melanjutkan proses lebih lanjut atau tidak.

Kalo sudah berkeluarga, gimana sih biar terus sakinah dan penuh barokah?
Yang harus terpatri dalam hati ketika sudah memiliki pasangan, cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna tetapi menerima pasangan dengan sempurna. Lalu bagaimana jika gangguan datang? Setiap keluarga pasti memiliki ujiannya masing-masing. Sakinah hadir ketika daya tahan lebih kuat dari ujian-ujian pernikahan tersebut.

Berbagai macam ujian pernikahan diantaranya karakter/kebiasaan, finansial, kesetiaan, kekerasan, dan kesehatan/kehilangan. Karakter seseorang itu dibentuk, bukan bawaan. Jadi, karakter buruk bisa diubah menjadi karakter baik. Terkait finansial, sebaiknya kita berinvestasi suatu barang yang semakin lama disimpan, daya jualnya makin tinggi. Jika ada uang berlebih, alangkah baiknya jika diinvestasikan dalam bentuk emas, jangan malah dibelikan gadget mahal yang sudah pasti rugi jika dijual lagi. Investasi akan dibutuhkan ketika terjadi suatu hal di luar prediksi kita dan memerlukan biaya banyak.

Yang perlu diingat juga dalam berkeluarga yaitu senantiasa perhatikan perasaan pasangan. Jika perasaan suami istri lapang dan tenteram, otomatis keluarga akan bahagia. Kadang cinta itu bukan juga terlalu perhatian dengan pasangan. Contoh kasus, agar dianggap perhatian, kita selalu menyiapkan segala kebutuhan pasangan seperti baju, sepatu, dasi, dll sesuai dengan keinginan kita. Padahal pasangan akan lebih nyaman ketika ia yang memilih sendiri. Untuk itu, harus benar-benar mengenali karakter pasangan. Karena cinta itu bukan bagaimana kita menuntut harus seperti ini, harus seperti itu, tapi bagaimana kita menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan dalam keluarga.

So, yang masih menanti mari senantiasa meng-upgrade diri. Yang sudah didampingi, semoga makin surgawi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s