Catatan Perjalanan Malang part 5 – Segara Anakan

Segara Anakan, Laguna di Tepian Samudra :’)

Hari ketiga di Malang akan kami isi dengan menjelajah pulau Sempu. Mungkin ada sebagian yang mengernyitkan dahi ketika disebutkan nama pulau itu. Saya pun demikian ketika mendengarnya untuk pertama kali. Pulau Sempu itu letaknya di ujung selatan kota Malang, berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Pulau Sempu, ujung selatan Malang

Pulau Sempu, ujung selatan Malang

Pak sopir telah datang menjemput kami di penginapan sejak pukul 05.30 WIB. Setelah semuanya siap, kami berangkat menuju pantai Sendang Biru (lokasi penyeberangan ke pulau Sempu). Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dari penginapan ke pantai ini.

Sampai di Sendang Biru, kami dianjurkan sarapan terlebih dahulu karena treking pulau Sempu ini memerlukan energi yang banyak. Ada banyak warung di sekitar Sendang Biru tapi kalo tidak salah hanya ada satu warung yang menjual makan besar. Kami sarapan di warung tersebut dengan menu yang belum lengkap karena beberapa sayur dan lauk sedang proses dimasak.

Tak lupa kami membeli bekal berupa 3 botol besar air mineral dan roti. Selesai sarapan kami menuju tempat penyewaan sepatu. Jadi saat treking pulau Sempu ini, sangat disarankan memakai sepatu khusus (sepatu anti licin) yang disewakan oleh warga sekitar. Kita harus memilih nomor yang pas agar tidak terjebak lumpur saat perjalanan. Harga sewa sepatunya cukup murah, 10 ribu. Saat perjalanan ke pulau Sempu, kami hanya boleh membawa barang-barang seperlunya saja, misal kamera dan bekal. Takutnya kalo kita kebanyakan membawa barang, bebannya semakin berat.

Sebelum menjelajah, tak lupa kami mengurus perizinan kepada petugas di pos dan membayar biaya 30 ribu. Perizinan sangat penting karena pulau Sempu ini adalah sebuah cagar alam bukan tempat wisata. Artinya kelestarian hidup flora dan fauna yang ada di pulau ini dilindungi oleh undang-undang.

Bagi kami yang masih awam dan belum satu pun dari kami yang pernah menjelajah pulau Sempu (perempuan semua lagi :D), guide sangat diperlukan. Fungsi guide ini selain sebagai penunjuk jalan juga bisa membantu kami membawakan bekal (makanan+minuman) yang cukup berat, hehe. Kami mendapatkan guide di pos waktu mengurus perizinan. Tip yang kami berikan sebesar 100 ribu. Eits, satu lagi, guide juga bisa dimintai tolong mengambilkan gambar. Kami senang mendapatkan bapak guide ini karena setiap hasil jepretannya sangat mengagumkan d^^b.

Setelah semua beres, kami naik perahu untuk menyeberang ke pulau Sempu dengan biaya per orang 7 ribu (pulang-pergi). Senang sekali rasanya naik perahu menuju Sempu, pemandangan laut yang begitu indah mengawali perjalanan seru di pulau Sempu. Sekitar 10 menit kemudian kami tiba di pantai yang dipenuhi pohon-pohon bakau. Kami turun dari perahu dan mulai berjalan.

Pemandangan indah dari perahu

Pemandangan indah dari perahu

Hijaunya air laut :)

Hijaunya air laut 🙂

Rimbunan hutan bakau menyambut kedatangan kami

Rimbunan hutan bakau menyambut kedatangan kami

Tiba di Sempu, petualangan pun dimulai. Karena lokasi Segara Anakan yang kami tuju ada di ujung selatan pulau, mau tidak mau kami harus treking kurang lebih 4 km dengan kondisi jalan becek dan berlumpur. Kami pun mulai berjalan menelusuri hutan tropis.

Baru beberapa langkah berjalan, gerimis datang. Saya segera mengeluarkan jas hujan 6 ribuan (akhirnya berguna juga ^^). Sementara teman-teman saya tetap melanjutkan perjalanan tanpa perlindungan. Alhamdulillaah gerimis hanya turun sebentar layaknya ucapan selamat datang untuk kami. Walopun udah nggak gerimis, saya tetap memakai jas hujan itu karena selain ribet nyopotnya juga bisa melindungi baju saya dari lumpur 😀

Jalan yang kami lalui tak semudah apa yang saya bayangkan. Jalan dipenuhi lumpur tebal (karena memang sedang musim hujan) membuat kami susah untuk berjalan. Belum lagi jalannya yang naik turun dengan berbagai rintangan seperti pohon tumbang dan akar pohon yang menjulang di tanah membuat kami harus ekstra hati-hati.

Lelah berlumpur ria, di seperempat perjalanan kami berhenti sejenak untuk istirahat dan minum. Satu dua teguk air terasa nikmat mengaliri kerongkongan kami. Setelah menghimpun energi, kembali kami berjalan. Di tengah perjalanan ada batuan karang yang cukup besar. Tak lupa kami mengambil gambar untuk momen berharga ini.

Tengah perjalanan, diantara batu karang

Tengah perjalanan, diantara batu karang

Sebisa mungkin kami mengimbangi jalan si bapak guide yang sangat cepat berjalan di depan kami. Bapak itu juga sering tiba-tiba mengagetkan kami dengan suara lengkingannya yang khas. Di tengah hutan, lengkingan itu bergema menyemangati kami yang mulai kecapekan. Sepatu kami pun yang semula bersih sekarang nampak tak berbentuk. Semakin berat diangkat karena penuh dengan lumpur yang menempel. Benar-benar petualangan yang penuh perjuangan, tak mungkin dilupakan.

Selama perjalanan di pulau Sempu, kami juga sempat melihat berbagai jenis binatang. Seperti gerombolan kera yang sedang asyik mencari makan. Mereka hidup bebas di dalam pulau ini. Bahkan bapak guide sempat melihat sejenis kancil atau rusa. Namun sayangnya waktu ingin menunjukkan kepada kami, hewan itu sudah lari duluan.

Satu hal yang paling menyenangkan dari perjalanan di pulau Sempu adalah Segara Anakan yang merupakan daya tarik pulau ini. Sebuah danau alami yang berada di ujung pulaunya. Danau ini terbentuk dari ganasnya ombak air laut selatan yang masuk melalui celah tebing pembatas pulau yang berlubang di salah satu sisi pulau. Selain itu, pasir di sini sangatlah bersih dan lembut. Benar-benar menakjubkan :’D

Meskipun perjalanan sangat sangat melelahkan sekali, semuanya terbayar lunas ketika melihat Segara Anakan. Sebuah laguna berair jernih, berpasir putih, dengan lubang karang tempat air laut selatan masuk. Dikelilingi bukit-bukit karang dan pepohonan lebat, menambah asri tempat ini.

Tak jauh dari Segara Anakan, kita dapat menaiki bukit untuk menikmati megahnya lereng curam, ganasnya ombak membentur dinding tebing, dan birunya laut lepas Samudera Hindia. Dari bukit ini kami juga dapat menyaksikan Segara Anakan secara keseluruhan. Subhanallaah, sungguh takjub melihat kebesaran Ilahi :’D

Hasil kerja keras treking Pulau Sempu ._.)9

Hasil kerja keras treking Pulau Sempu ._.)9

P1000946

Laguna biru nampak utuh dilihat dari batuan karang

Laguna biru nampak utuh dilihat dari batuan karang

Tebing curam Samudra Hindia

Tebing curam Samudra Hindia

Ganasnya ombak laut selatan

Ganasnya ombak laut selatan

Bergaya dengan latar segara anakan :)

Bergaya dengan latar segara anakan 🙂

:'D

:’D

Hari beranjak siang. Pukul 13.00 WIB kami memutuskan kembali ke Sendang Biru. Lagi-lagi kami harus menjelajah pulau Sempu. Perjalanan pulang ini terasa lebih cepat daripada waktu berangkat tadi. Kami memang ingin cepat sampai sehingga tidak banyak berhenti selama perjalanan. Namun, saking semangatnya mbak Anin sempat terpeleset. Untungnya tidak terlalu parah sehingga dapat melanjutkan perjalanan kembali.

Sampai di penyeberangan pulau Sempu, perahu yang menjemput kami belum tampak. Bapak guide segera menghubungi mas-mas yang tadi mengantar kami. Sembari menunggu, kami membersihkan sepatu yang penuh dengan lumpur. Yang ditunggu tak kunjung tiba maka sebagian dari kami iseng mencari pongpongan. Itu lho hewan kecil bercangkang yang sering dijual waktu kita kecil. Yang perlu dihembusin nafas biar menampakkan dirinya, hehe. Banyak banget ditemukan di sana. Tak puas hanya menemukan hewan itu, kami pun mengadunya (kurang kerjaan, haha).

Tak lama kemudian suara mesin perahu terdengar mendekat. Yap, perahu yang dinanti telah tiba 😀 Kami beranjak bergantian naik ke perahu menuju Sendang Biru.

Pulaaaaaangg :D

Pulaaaaaangg 😀

After jelajah sempu, muka2 capek

After jelajah sempu, muka2 capek

Akhirnya kami telah menginjakkan kaki kembali di pantai Sendang Biru. Kami menuju parkiran tempat mobil travel menunggu untuk mengambil barang-barang. Segera kami membersihkan diri lalu sholat. Setelah semuanya selesai, pukul 16.30 WIB kami kembali menuju penginapan di Batu.

Di perjalanan pulang ke penginapan, kami mampir ke warung bakso Pak Pink. Porsi bakso yang dijual di sini mantap sekali. Satu mangkok komplit dengan berbagai jenis dan ukuran bakso. Ada yang jumbo, ada yang kecil, ada yang daging, ada pula yang goreng. Alhamdulillaah nikmat dan kenyang :9

Foto ini selalu berhasil membuat ingin menyantapnya lagi, aarrgghh >,<

Foto ini selalu berhasil membuat ingin menyantapnya lagi, aarrgghh >,<

Perjalanan pulang kami isi dengan senda gurau juga bernyanyi-nyanyi nggak jelas, nggak bernada, dan nggak nyambung. Haha, asal menghangatkan suasana aja. Mendekati penginapan kami mampir sebentar di pusat oleh-oleh. Saya hanya membeli apel Malang, buah khas kota ini.

Kami baru tiba di penginapan pukul 19.45 WIB. Perjalanan ke Sempu hari ini adalah perjalanan wisata yang paling banyak menguras waktu. Berangkat dari pagi buta dan baru kembali petang. Namun kami mendapatkan pengalaman baru yang tak mungkin terlupakan 😀

Esok harinya yang merupakan hari terakhir kami di Malang, kami tidak kemana-mana. Kontrak dengan mobil travel juga telah berakhir. Kami stay di penginapan, sibuk packing, persiapan pulang, dan tak lupa menyelesaikan administrasi perbolangan, ehehe.

Alhamdulillaah, rangkaian perjalanan ke Malang selama kurang lebih 5 hari 4 malam telah kami lewati. Begitu banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan. Perjalanan ini memotivasi kami untuk mengunjungi destinasi indah lainnya. Eits, nabung dulu pastinya, hehe.

Pergilah melihat dunia. Kunjungi lembah-lembah luas, lereng-lereng gunung. Datangilah padang-padang rumput, padang-padang pasir. Lihatlah kota-kota gemerlap, desa-desa damai tenteram. Jangan habiskan waktu di jendela rumah/kantor/kendaraan yang sama setiap hari. Apalagi jangan habiskan waktu di jendela HP, laptop, gadget saja. Perjalanan menunggu di luar sana. (Tere Liye)

Jadi, kapan kita kemana kawan? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s