Catatan Perjalanan Malang part 4 – BNS (Batu Night Spectacular)

Penginapan yang dipesan letaknya cukup dekat dengan objek wisata BNS (Batu Night Spectacular), begitu yang kami tau dari info di internet. Tapi nyatanya begitu mengikuti ibu pemilik penginapan yang menjemput kami di depan BNS, kami merasa nggak sampai-sampai di rumahnya :3 Mungkin menurut pemilik penginapan itu deket, tapi bagi kami harus berpikir ulang dengan rencana berjalan kaki ke BNS. Hadeuh..

Kekurangnyamanan itu seketika lenyap begitu kami tiba dan memasuki rumah tempat kami akan menginap. Penginapan yang lebih tepat disebut homestay ini menyajikan berbagai fasilitas. Diantaranya, halaman yang luas, ruang tamu, ruang santai dengan TV 20’ , kamar mandi dengan air hangat, 2 ekstra bed dalam 2 kamar, air panas dengan gula, kopi, dan teh, serta dapur (lengkap dengan peralatannya) yang dapat kami gunakan jika ingin memasak. Kok jadi berasa ngiklan ya? hehe. Nyaman banget pokoknya 😀

Karena jumlah kami ganjil, makanya ada 1 kamar yang diisi 3 orang dan kamar yang satunya lagi diisi 4 orang. Pembagian ini nggak menyinggung ‘itu’ lho ya, serius! Atau ntah naluri kami yang menggiring masing-masing dari kami, kamar mana yang pas untuk saya? Haha, bercanda :p

Kamar mandi hanya ada satu. Kembali kami gambreng untuk menentukan urutan. Kali ini komplet yang gambreng, hehe. Sore menjelang, perut lagi-lagi lapar (faktor dingin juga) 😀 Tak ingin menyia-nyiakan fasilitas yang sudah disediakan, kami menanak beras yang kami bawa dari rumah dengan magic com pinjaman dari ibu rumah. Selain itu, kami juga merebus mie instan di dapur. Selang beberapa menit, nasi dan mie rebus siap disantap :9

Malam ini kami berencana mengunjungi BNS. Jarak yang cukup jauh mengurungkan niat kami berjalan kaki ke sana. Alternatifnya, kami memesan ojek via anak pemilik penginapan. Katanya, ojek itu akan menjemput kami setelah isya’.

Kami baru akan sholat isya’ ketika tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Batin saya, kok cepet banget para ojek itu menjemput kami. Saya pun membukakan pintu untuk melihat. Bapak yang saya temui itu hanya senyum-senyum ketika saya bukakan pintu. Karena bapak itu tidak segera mengajak saya bicara, saya berinisiaif menyapa bapak itu terlebih dahulu. Tanpa basa-basi saya langsung meminta bapak itu menunggu sebentar karena kami baru akan sholat isya’. Eh, bapak itu masih senyum-senyum tanpa menjawab permintaan saya. Dengan senyum-senyum nggak jelas saya kembali bertanya, “Bapak ojek yang mau nganter kita kan?” Tanpa diduga bapak itu malah minta maaf seraya berkata bahwa beliau mencari bapak pemilik rumah yang kami sewa. Mendengar jawaban itu, saya spechless, malu, dan segera minta maaf kepada beliau sekaligus menerangkan bahwa kami baru menyewa rumah ini.

Begitu masuk, saya menceritakan kepada teman-teman perihal kejadian itu. Kontan mereka terpingkal-pingkal mendengar cerita saya. Benar-benar kejadian yang tak terlupakan. Lucu sekaligus malu. Kalo mengingatnya, saya masih suka tersenyum sendiri.

Tak berapa lama kemudian, ojek benar-benar datang menjemput kami. Secara bergantian kami diantarkan sampai depan BNS. Setelah semua datang, kami masuk ke BNS. Tiket yang harus dibayar 15 ribu jika hari biasa dan 20 ribu jika weekend atau hari libur. BNS ini berisi aneka permainan yang dapat memacu adrenalin. Yang spesial dan berbeda dari yang lain, setiap permainan dihiasi aneka lampu berwarna-warni. Sayangnya kita harus membayar lagi jika ingin mencoba setiap wahana.

Ada pula wahana rumah hantu, bioskop 4D, dan lampion garden. Saya, Ria, dan Arum memilih masuk ke lampion garden. Mbak Anin dan Shelfia menguji adrenalin mereka dengan masuk ke rumah hantu. Setelah menaklukkan hantu, bersama Bundo mereka lalu menonton bioskop 4D. Sayang sekali mereka nggak mau diajak masuk ke lampion garden. Di sini ada berbagai bentuk lampion yang  sangat cantik dan unik. Hal itu membuat kami tak bosan-bosan mengambil gambar.

Ini asli lho ya, walopun saya ngeliatnya kayak sotoshop, heuheu

Ini asli lho ya, walopun saya ngeliatnya kayak sotoshop, heuheu

Salah satu wahana di BNS, kalo di Dufan namanya ontang anting

Salah satu wahana di BNS, kalo di Dufan namanya ontang anting

:D

😀

Para pemburu hantu :p

Para pemburu hantu :p

Lampion Garden

Lampion Garden

Berlatar kolam lampion :)

Berlatar kolam lampion 🙂

cieeee :p

cieeee :p

Eiffel on BNS ;)

Eiffel on BNS 😉

Istana Ali Baba on BNS :)

Istana Ali Baba on BNS 🙂

Selesai berkeliling BNS dan juga hari semakin malam, kami menyudahi wisata malam itu. Kami sempat mampir di pertokoan yang berjejer di situ untuk membeli oleh-oleh keripik buah. Selesai berbelanja, ojek telah menunggu kami. Seperti saat berangkat tadi, kami bergantian naik ojek untuk kembali ke penginapan.

Perjalanan yang melelahkan dibayar setimpal dengan keindahan yang mengagumkan. Benar-benar hari yang melelahkan. Sejak dini hari sampai semalam ini kami telah berkeliling-keliling menikmati wisata di Malang. Eitss, besok masih ada perjalanan yang tak kalah menyenangkan. Malang juga menawarkan wisata pantai yang tak kalah mengagumkan. Jadi nggak sabar menunggu hari esok ^_^

to be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s