Catatan Perjalanan Malang part 1

Yeay! Agenda pascawisuda yang telah direncanakan jauh hari akhirnya terlaksana juga. Berawal dari ajakan seorang teman (lupa siapa pemrakarsa pertama), ditambah libur panjang setelah resmi menyandang gelar sarjana sains terapan (Alhamdulillaah :D), dan lagi maraknya berbagai status dan dokumentasi wisata dari kawan seperjuangan, semakin membangkitkan keinginan kami untuk segera merealisasikan agenda tersebut.

Bolang Malang ini semula beranggotakan 11 orang, tapi semakin mendekati hari H jumlahnya semakin berkurang, 😦 Alhasil yang fix berangkat ada 7 orang, Dina, Fifi, Anin, Puput a.k.a Bundo, Arum, Ria, dan Shelfia. Perjalanan ke Malang akan kami tempuh dengan kereta api Matarmaja. Karena di Magelang stasiunnya udah nggak ada, kami berempat yang berasal dari Magelang harus ke stasiun Semarang Poncol. Sebenarnya bisa juga naik dari stasiun Solo Jebres. Karena pertimbangan waktu kedatangan kereta di stasiun Solo Jebres tengah malam, maka kami lebih memilih lewat Semarang Poncol. Selain itu, dengan waktu tiba yang lebih cepat, kami juga bisa memaksimalkan waktu untuk tidur di kereta, hehe.

Sore itu tanggal 18 November 2013 kami berempat , Dina, Fifi, Anin, dan Puput berkumpul di terminal Tidar Magelang. Terdengar teriakan kondektur mencari penumpang tujuan Semarang. Tanpa pikir panjang kami pun menuju bus Suka Makmur (klo ga salah inget) tersebut.

Sekitar pukul 16.30 WIB bus yang kami tumpangi bergerak meninggalkan terminal paling terkenal di kota ini. Berbekal secarik informasi dari adek teman saya, (terima kasih banyak buat dek Indri, adeknya Dita ^^) kami berangkat menuju Semarang. Dari informasi dek Indri, kami disarankan turun di daerah Sukun, daerah mana itu saya juga masih asing, mendengarnya saja baru pertama kali :3. Alhamdulillaah di dalam bus bertemu dengan seorang ibu yang sangat baik hati. Ibu itu dengan antusias dan sabar menerangkan kendaraan apa yang bisa kami tumpangi dari Sukun ke Stasiun Poncol. Kebetulan ibu itu juga turun di Sukun jadi kami benar-benar terbantu. Bahkan setelah kami turun di Sukun, ibu itu sempat menunggu kami mendapatkan bus yang akan kami tumpangi. Tetapi karena gerimis tiba-tiba datang, ibu itu mohon pamit pulang duluan. Ya, gak pa pa kok bu, kami sangat berterima kasih dengan kemuliaan hati ibu ^_^

Butiran air yang turun lama-lama membesar, waktu sudah semakin malam, bus tak kunjung datang, lengkaplah sudah, akhirnya kami memutuskan untuk naik taksi. Ternyata jarak Sukun dengan Poncol lumayan jauh. Sekitar 50 menit kemudian kami baru tiba di stasiun Poncol. Kami tak bisa langsung masuk karena tiket belum ada di tangan. Tiket itu masih dibawa oleh teman kami, Dewi. Mestinya Dewi ikut dalam perjalanan ini tetapi karena sedang tidak enak badan akhirnya dia membatalkan keberangkatannya, yaaaah :(. Terima kasih untuk Dewi yang telah memesankan tiket (bukan untuk kami berempat, tapi bertujuh, juga bukan tiket sekali jalan, tapi pulang pergi), berhujan-hujan ria (padahal lagi sakit, huhu) mengantarkannya ke stasiun. Semoga lain waktu kita bisa jalan2 bareng ke tempat lain ya Dew 😀

Masuk ke stasiun kami langsung menuju mushola sembari menunggu kedatangan kereta yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Akhirnya kereta yang dinanti pun tiba, kami bergegas masuk ke dalam kereta. Saya dan mbak Anin duduk di gerbong 5 sementara mbak Fifi dan Bundo dapat tempat duduk di gerbong 6. Karena kelelahan sekaligus ingin menyimpan energi untuk esok hari, saya memutuskan untuk tidur saja. Sementara mbak Anin sayup-sayup terdengar asyik mengobrol dengan kenalan barunya (eheem ^^v).

Di gerbong 6 juga udah ada Ria yang naik dari stasiun Batang. Arum dari Boyolali mampir dulu ke rumah Shelfia di Madiun. Jadi nanti mereka berdua naik keretanya dari stasiun Madiun. Sekitar pukul 01.30 WIB kereta berhenti di stasiun Madiun. Naiklah mereka berdua dan bergabung dengan kami di gerbong 5. Tapi Arum harus mengalah pindah ke kursi lain, yang agak jauh dari kami, karena ada sedikit mis dengan nomor tempat duduk penumpang lain (biasa kalo kereta ekonomi saling tukar menukar tempat duduk). Dan ular besi yang kami tumpangi kembali berjalan.

Sekitar pukul 05.00 WIB kereta sudah nampak sepi penumpang karena sebagian besar sudah turun. Kami bisa melemaskan badan kami, Arum pun sudah berkumpul dengan kami. Kami juga tak menyia-nyiakan kesempatan menikmati pemandangan dari kaca kereta. Maklum, baru pagi ini kami bisa melihatnya karena malam hari pemandangan indah seperti itu tak tampak oleh mata kami. Keceriaan kami sudah terasa menyambut kota tujuan yang akan segera ditemui J. Candaan tak luput dari obrolan. Dan yang tak kalah penting adalah kami sudah mulai mengeluarkan kamera untuk mengabadikan perjalanan ini. Hingga saya menjadi korban kejahilan mereka bertiga gara-gara blitz kamera -.- (cukup kami berempat yang tahu, heuheu).

mb Anindita, Shelfia, Arum (trio iseng lagi jahil --')

mb Anindita, Shelfia, Arum (trio iseng lagi jahil –‘)

19 November 2013

Pukul 06.55 WIB kereta Matarmaja berhenti di stasiun akhir, Stasiun Malang. Kami pun bergegas mengambil ransel dan segera turun.

Stasiun Malang

Stasiun Malang

Perut keroncongan memaksa kami mencari warung makan di depan stasiun. Saya dan beberapa teman memilih soto untuk sarapan pagi itu. Ada pula yang memilih rawon sebagai menu sarapannya. Ditambah teh manis anget akhirnya perut kami kenyang setelah sejak tadi malam tak diisi apa-apa. Eh, ada pula yang hanya memesan air putih karena alasan tertentu (hehe, perlu sebut nama nggak ya?)

Selesai makan, kami keluar dari warung tersebut. Pas banget dengan kedatangan teman kami, Dita. Dialah yang akan mengantarkan kami keliling kota Malang. Pertama, kami diantar ke Balai Kota Malang. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari stasiun membuat kami memutuskan berjalan kaki. Melihat rombongan dengan tentengan tas besar-besar tak ayal membuat para sopir angkot dan becak yang mangkal di sekitar situ berlomba-lomba menawarkan jasanya kepada kami. Dengan sabar (masak? :p) kami menolak setiap tawaran itu.

Sebelum ke Balai Kota, kami mampir di Tugu Alun-Alun Bundar yang letaknya tepat di depan Balai Kota. Saya lebih suka menyebut tempat ini sebagai taman kota karena memang penataan tempat ini seperti taman bunga dengan tugu di bagian tengahnya. Tugunya sendiri berdiri kokoh diantara kolam yang dipenuhi dengan bunga teratai. Indah sekali ^_^

Tugu Alun-Alun Bundar

Tugu Alun-Alun Bundar

(masih) Tugu Alun-Alun Bundar

(masih) Tugu Alun-Alun Bundar

Balai Kota Malang

Balai Kota Malang

Puas berfoto-foto di tugu alun-alun bundar dan Balai Kota, kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun kota Malang. Jarak yang harus kami tempuh cukup jauh karena kami berjalan kaki, sekitar 1 km. Sepanjang perjalanan kami banyak berhenti untuk istirahat sebentar melepas lelah.

Pukul 09.00 WIB kami menyudahi jalan-jalan dan memutuskan untuk pergi ke rumah Dita yang ada di daerah Tumpang. Ya, kami memang akan ‘numpang’ nginap di rumah Dita semalam. Dari alun-alun kami harus naik angkot ke terminal Arjosari kemudian berganti angkot yang ke arah Tumpang. Di dalam angkot, kami rela berdesak-desakan sambil masing-masing memangku barang bawaan karena harus berbagi tempat duduk dengan penumpang lain. Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh sekitar 1,5 jam. Saking lamanya ada teman kami yang memanfaatkannya untuk tidur 😀

Pukul 10.30 WIB kami sampai di gang masuk rumah Dita. Sebelum menuju rumah Dita, kami mengenang kuliner jaman-jaman sekolah (halah) dengan jajan cimol, batagor, dan es buah di depan SD yang ada di situ. Wah, udah lama banget nggak makan jajanan kayak gitu :9 Sampai di rumah Dita, kami berpesta jajanan yang kami beli tadi. Maaf untuk seseorang yang hanya bisa melihat keceriaan kami menyantap jajanan karena memang belum saatnya dia  makan 😉

Selesai makan jajan terjadilah perdebatan sengit (hehe) tentang siapa yang akan mandi duluan. Akhirnya biar adil diputuskan dengan gambreng. Hanya 2 orang yang tidak ikut gambreng karena mereka memilih merapel mandi sore (idiih). Alasannya adalah, yang dengan bangga mereka sebut berulang-ulang (sejak naik kereta, perjalanan ke Tumpang, sampai waktu gambreng -.-), mereka berdua udah mandi tengah malam tadi sebelum berangkat (haha -.- mandinya cuma sekali tapi dipamerinnya berkali-kali :p).

to be continued~

^_^

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s