Teknologi Biometrik

Apa itu teknologi biometrik?

Menurut bahasa Yunani, kata biometrik berasal dari bios dan metron. Bios artinya hidup sedangkan metron artinya mengukur. Jadi, biometrik adalah suatu studi tentang metode otomatis untuk mengenali manusia berdasarkan satu atau lebih bagian tubuh manusia yang memiliki keunikan. Jika dihubungkan dengan teknologi informasi maka biometrik berarti menganalisis fisik dan kelakuan manusia yang berguna untuk proses autentifikasi.

Bagaimana sejarah biometrik?

Pada tahun 1901, seorang ilmuwan di Amerika Utara bernama E. Henry, menggunakan sidik jari untuk mengidentifikasi pemberhentian pekerja dengan tujuan mengatasi pemberian upah ganda.

Metode yang diusulkan oleh E. Henry yaitu pencelupan jari tangan dan kaki ke dalam tinta dan membubuhkannya pada suatu media sehingga didapat titik ridge yang berbeda pada masing-masing individu. Metode ini disebut pola ridge. Dari pengamatan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa jari tangan dan kaki seseorang tidak akan pernah berubah selama hidup dan tidak ada dua individu yang mempunyai pola ridge yang sama.

Bagaimana pengembangan biometrik?

Biometrik membuktikan bahwa tubuh manusia itu unik, hanya dimiliki sendiri, khas, dan berbeda dengan yang lain. Teknologi biometrik berkembang pesat sampai bisa mengidentifikasi seseorang. Teknologi biometrik juga berperan dalam pengurangan jumlah pemalsuan data karena mengakali alat teknologi biometrik itu sifatnya mustahil.

Apa saja metode biometrik itu?

  • Retina scanning : Metode ini banyak digunakan pada proses check in di bandara. Proses yang dilakukan yaitu mata difoto dengan cahaya inframerah yang dapat menembus zat warna mata (melanin). Hal tersebut membuat paspor tidak dapat lagi dipalsukan sehingga berdampak keamanan meningkat.
  • DNA scanning : Metode ini digunakan untuk mengetahui gen seseorang.
  • Fingerprint scanning : Ini adalah metode paling tua. Ada dua cara fingerprint scanning , yaitu minutiate-based dimana dengan menemukan poin-poin rincian yang tidak penting dan kemudian memetakan penempatan yang sejenis pada jari. Cara kedua yaitu correlation-based dimana memerlukan penempatan yang tepat untuk suatu pendaftaran dan dibuat-buat oleh terjemahan gambar dan perputaran.
  • Face recognition : Metode ini digunakan untuk pengenalan wajah. Beberapa aplikasi yang menerapkan metode ini diantaranya, FacePresence (Mesin Absensi Wajah), FaceLogin (Windows login dengan teknologi pengenalan wajah), FaceGate (Access Door dengan teknologi pengenalan wajah), V-Man (Manajemen Tamu dengan teknologi pengenalan wajah, dan HumanCounter (Aplikasi penghitung objek manusia dengan teknologi pengenalan wajah).
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s