amanah

Tapi sangat mbak harepin adek bisa pegang bendaharanya.

……spechless……

Tawaran yang hmmmmm.. tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Antara bingung, senang, kaget, campur jadi satu. Tidak main-main jabatan yang ditawarkan, bendahara acara tahunan yang cukup ‘wah’ di kampusku. Kegiatannya gak cuma sehari. Sebulan lebih. Dan itu pasti akan berkonsekuensi dengan waktuku.

Jujur, pengin banget nerima tawaran itu. Karena dari situ aku bisa lebih belajar berorganisasi, bekerja sama, mengenal lebih banyak orang. Terlepas dari itu semua, sesungguhnya ada hal lain, yang paling penting, yang membuat aku senang banget dapat sms itu. Bukan masalah jabatan yang tinggi sebagai salah satu bph yang bisa membuat aku terkenal (what?? ^^) ada sih unsur itu, tapi nomor sekian lah. KEPERCAYAAN. Itulah hal penting yang bisa kuambil. Alhamdulillah aku diberi kepercayaan untuk mengemban tugas yang menurutku perlu pertanggungjawaban  yang cukup besar. Artinya tugas/amanah2 lain yang pernah kukerjakan sudah kujalankan dengan semaksimal yang aku mampu. Sekarang tinggal meningkatkan saja. 🙂

 Tapi.tapi.tapi..

Tawaran itu datang di tengah UAS, dan lagi masih banyak projek akhir semester yang harus aku selesaikan. owh! feel confuse.. Merenung.. Yeah,, akademik tetap harus no 1. Akhirnya aku balas sms mbak itu dengan mencantumkan syarat bahwa aku mampu menjalankan amanah itu pasca uas. Mbak itu membalas lagi bahwa acara dimulai pertengahan September. “Insya Allah, ” jawabku. Deal!

Bismillah… ^^

Selang 2 hari. Ada sms masuk.

“Maaf dek, berhubung adek masih menjadi koordinator acara PMB, mbak harap adek bisa fokus di situ dulu.”

…..spechless….. #again

Ya, memang benar. Tapi aku pikir acara itu tidak berbarengan. Artinya, aku bisa menghandle keduanya (yakin??) Akhirnya dengan pertimbangan mbak2 tingkat atas aku tidak diizinkan menjadi bendahara acara itu.

Memang bukan jalanku. Ikhlas Din! 🙂 Mbak2 itu menganjurkan agar aku menyelesaikan amanahku yang terdahulu, menjadi koordinator acara PMB. Oke, memang agak kecewa. Tapi seiring berjalannya waktu, aku jadi sadar. Allah SWT telah menunjukkan keputusan terindahNya kepadaku.

Singkat cerita, yang terpilih menjadi bendahara itu adalah teman sekostku. Dan aku tahu gimana sibuknya dia mengurus ini itu, rapat di sana sini, pulang sampai malam. Itu terjadi di tengah-tengah uas. Memang acaranya pertengahan September, tapi persiapan kan dari sekarang.

Sungguh, jalan Allah SWT begitu indah. Alhamdulillah. Bayangkan kalo aku benar2 jadi bendahara acara besar itu. UASku apa kabar? Tugas akhirku mau diapakan? Harus lebih banyak bersyukur 🙂

Sekarang fokus dengan PMB! Jadilah orang yang bermanfaat! ^^

Buat temen-temen panitia selamat bekerja. Ada quote khusus untuk kalian..

“Amanah itu jangan dianggap sebagai beban. Itu adalah kepercayaan. Bisa menjadi ladang amal jika kita mampu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Juga merupakan salah satu sifat Rasulullah. Teladani!”

Advertisements

2 thoughts on “amanah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s