Miris

Miris.,

Itulah yang kurasakan ketika pagi tadi pergi ke warnet untuk mengerjakan kuis online database.. Bukan karena kuisnya yang susah (Alhamdulillah..wlopun nilainya gak bagus2 amat ^^), atau harga sewa warnetnya yang mahal.. Bukan.,bukan itu.. tapi ada hal lain yang lebih tepat dijadikan bahan pemikiran dan renungan., Apa itu??

Isi warnetnyalah yang menjadi penyebab kemirisanku. Lebih tepatnya orang2 yang menyewa warnet itu. Ya! Banyak anak usia SD sampai SMA yang tengah asyik berada di depan layar2 komputer dengan segala ekspresi mereka. Berteriak, bersorak gembira, mengeluh, dan sebagainya. Suara mereka beradu dengan ketikan keyboard dan bunyi “klik” dari mouse yang mereka kuasai. Ditambah suara yang keluar dari komputer. Cukuplah membuat mereka tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, tidak dapat diganggu. Mereka senang, mereka gembira, meskipun sekali-kali raut kecewa nampak di wajah mereka. Tapi itu tidak berarti jika dibanding  kesukacitaan dan kepuasan yang mereka tunjukkan.

Apa yang anak-anak itu lakukan?? Mereka tengah asyik bermain game online. Ada banyak permainan yang ditawarkan oleh situs-situs game. Mending kalo gamenya itu untuk mengetes kemampuan otak mereka untuk berfikir. Lha ini., game tentang adu tanding dan semacamnya. Belum lagi tampilan gamenya yang membuat kita yang melihatnya mengelus dada. Tidak seharusnya anak-anak itu melihatnya. Astaghfirullah..  Tidak puas sejam mereka ngegame. Mereka terus menambah ongkos sewa warnet untuk melanjutkan permainan itu. Ckckckck..

kayak gini niy.. T.T

Seingatku hari ini adalah hari Sabtu, hari masuk sekolah, bukan hari Minggu atau hari libur nasional. Dan sepengetahuanku, mereka seharusnya tidak berada di sini karena waktu aku datang ke warnet tersebut jam masih menunjukkan waktu belajar.

Atau mungkin sekolah di sini hanya efektif sampai hari Jumat? Wait! Mereka memakai seragam sekolah!!! Jadi??

Apakah tidak seharusnya mereka duduk manis di ruang kelas, memerhatikan apa yang guru terangkan yang berguna bagi mereka suatu saat kelak, berdiskusi dengan teman.. Tapi apa yang terjadi di sini??

Apakah anak zaman sekarang semuanya seperti itu? Hufft., gimana nasib negara ini jika generasinya aja kayak gitu? Lebih memilih berlama-lama di depan PC sambil ngegame aneka permainan daripada menuntut ilmu. Siapa yang salah? Orang tuanyakah? Gurunya? Atau teknologi yang menyebabkan ini semua?

Mungkin yang saya lihat tidak mewakili (berharap begitu). Masih ada banyak anak di sisi lain negri ini yang terus berjuang menuntut ilmu. Rela berkorban apa saja, seperti menempuh perjalanan ke tempat sekolah yang berjarak berpuluh-puluh kilometer, membantu orangtua bekerja untuk mendapat tambahan penghasilan hanya demi bisa mendapat kursi di sebuah sekolah. Seperti inilah yang seharusnya terjadi. Para generasi muda bersemangat mengejar ilmu dan membuat negri ini  semakin cerdas, makmur, dan sejahtera.

Bukan saatnya membicarakan siapa yang salah. Tapi bagaimana cara kita bertindak melihat kondisi seperti itu. Semua aspek harus ikut andil dalam hal ini. Setiap langkah yang kita lakukan haruslah bermanfaat. Mari bergerak! Majukan negri kita tercinta!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s