Kuliah Umum (Kulum)

Sebenarnya udah mau saya post sejak seminggu yang lalu. Tapi berhubung koneksi internetnya lola (n tulisannya blm slsai :D) jadi baru sekarang deh saya publish. Walopun kurang up to date gpp ya., yg penting kan isinya..hhe Insya Allah bermanfaat kok. Kali ini saya mau ngomongin tentang kuliah umum.. So, cekidot……

Sejak kursi pimpinan STIS berpindah tangan ke Pak Bambang Heru, kampus saya jadi sering ngadain kuliah umum (gak tau juga sbnrnya dulu2 ada kulum atau g, tp wktu sy tingkat 1 jarang bahkan saya kira g ada deh kulum kyk gini ^^). Apa itu kuliah umum? Jadi, semua mahasiswa, karyawan, dan dosen di STIS wajib (sebenernya yg wajib itu cuma mahasiswa sih, coz kenyataannya tdk semua dosen dan karyawan hadir di kulum ^^) menghadiri sebuah seminar yang memaparkan suatu masalah tertentu dan diadakan di Auditorium.  Kayak suasana kuliah gitu deh., mungkin karena pesertanya banyak dan ruangannya luas jadi disebut kuliah umum.

Kulum kali ini merupakan ’ the first general lecture’ di semester 4 dan mjd kulum ke-3 (klo gak salah itung..hhe) semenjak saya duduk di bangku perkuliahan STIS tercinta 🙂

Dulu pertama kali ikut kulum pembicaranya adalah seorang dosen dari ITS. Klo saya gak lupa, beliau (pembicara-red) membahas tentang peran statistik dalam kehidupan sehari-hari. Trus kulum kedua, luar biasa euuy…. coz pembicaranya  datang dari luar negeri. Beliau adalah.. eng ing eng… Mr. Brian Pink, kepala BPS Australia. Sayangnya, banyak mahasiswa yang gak bisa hadir di kulum ini karena lagi pulkam alias pulang kampung. Maklum jadwal kulum ini di tengah-tengah liburan semester. Saya aja sampai rela bolak-balik Jakarta-Magelang (mjd commuter gt deehh..) demi bertemu Mr. Pink ini (hha.. bukan demi absen tu?? Ssttt.. :)).Walopun dengan muka ngantuk (ditambah gak mudeng dengan materi yang disampaikan [-.-”] *pake bhs Inggris wooyyy) saya tetep berusaha mendengarkan. Percuma dong ke Jakarta klo gak dapat apa-apa.. hhe

Dan kemarin hari Jumat, 01 April 2011 kembali diadakan kuliah umum di kampus saya. Pembicaranya adalah Bapak Sri-Edi Swasono. Beliau adalah guru besar FEUI sekaligus penasihat Bappenas.

Pertamanya sih mikir kuliah umum kali ini bakal sama kayak kulum2 sebelumnya, biasa aja gak terlalu antusias (waahh.,udah suudzon duluan niy). But, guess what? Saat Pak Edi mulai memaparkan apa yang menjadi bahan seminarnya ini semua hadirin terdiam (bukan ngantuk atau lapar lho ^^), mendengarkan dengan seksama, pokoknya beda deh dengan kulum2 sebelumnya. Gak salah juga sih coz bapaknya nerangin dengan sangat bagus, mengena sekali sesuai dengan kehidupan perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini.

Beliau mengritik pemerintah Indonesia yang semakin memudahkan para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia ini. Kapitalisme gitu deh.. Sehingga para pengusaha dalam negeri seolah-olah tergusur oleh keberadaan mereka (perusahaan asing-red).  Memang benar seperti yang kita lihat sekarang, kebanyakan berdiri dengan sangat megah bangunan-bangunan entah itu kantor, tempat makan, supermarket/mall (paling banyak kyknya..) yang dimiliki orang asing. Kebanyakan dari kita kalo disuruh memilih belanja di pasar tradisional atau ke Ca**e*our pasti milih ke yang terakhir deh.. Atau kalo kita mau makan, disuruh milih ke rumah makan khas Indonesia atau KF*, Mc Don*ld, Pizz* H*t pasti pada milih yang cepat saji itu deh.. Ya,, begitulah kira2 keadaan perekonomian Indonesia sekarang. Yang terjadi adalah Pembangunan di Indonesia bukan Pembangunan Indonesia. Pembangunan tersebut malah mengusir orang miskin bukan mengusir kemiskinan.

Sikap yang harus dimiliki bangsa Indonesia untuk memerangi hal2 tsb adalah NASIONALISME!!! Kita harus berani menolak atau setidaknya mengurangi keberadaan para investor2 asing itu dari bumi pertiwi ini. Hilangkan kapitalisme!! Jangan pernah minder karena kita juga punya harga diri. Seperti best quote yang dikatakan Ho Chi Minh (Bapak Vietnam) yaitu, “Senjata rahasia untuk mengalahkan musuh adalah nasionalisme” Jadi, junjung tinggi nasionalisme kawan ^^ dan Indonesia akan menjadi negara yang sukses, adil, sejahtera. Amiiiiiiinnn 🙂

Hal penting dalam pembangunan adalah modal. Kalo negaranya sendiri malah meyerahkan pengelolaan sumber daya kepada negara lain, gak bakal dapat tambahan pendapatan dong negaranya. Jadi, mari menanam, memetik, dan menikmati hasilnya secara mandiri..

Satu lagi sifat bangsa Indonesia yang harus dikurangi untuk mencapai pembangunan Indonesia seutuhnya adalah perilaku konsumtif. Banyak dari kita yang kurang selektif, tidak memandang prioritas dalam membelanjakan uangnya. Budayakan menabung!! Hal itu harus kita lakukan. Pada seneng kan klo uangnya banyak? Bisa kita manfaatin ke hal2 yang lebih bermanfaat, kayata membantu orang miskin, menyantuni anak yatim, atau malah membuka lapangan kerja baru. Wah, mulia sekali itu.. ^^

HIDUP INDONESIA! NO KAPITALIS!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s