sesi 1 hari ini.,

Assalamu’alaykum Wr. Wb

Sudah memasuki semester 4. Tak terasa ya hampir 2 tahun menempuh pendidikan di Jakarta. Karena saya bersekolah di sebuah perguruan tinggi kedinasan, jadi sistem pembelajarannya menganut sistem paket. Artinya, pihak kampuslah yang menentukan mata kuliah apa yang harus kita ambil semester ini. Sebagai mahasiswa kita hanya bisa sendika dawuh, menerima apa yang harus kita lakukan. 🙂

Semester ini saya dan teman2 dari jurusan Komputasi Statistik harus mengikuti 9 mata kuliah tiap minggunya (kurang paham berapa sks ^^,. udah terlanjut menerima aja jadi nggak terlalu mikirin berapa sks tiap matkul .,hhe). Sedangkan teman2 kami dari jurusan Statistik lebih sedikit jumlah mata kuliah tiap minggunya yang harus mereka tempuh, sebanyak 7 matkul. Begitulah., sudah menentukan pilihan jurusan harus siap pula dengan segala hal yang berkaitan di dalamnya. 😀

Hari ini, Rabu, 30 Maret 2011 adalah hari ketiga saya menjalani perkuliahan di semester 4 ini. Jadwal kuliah hari ini sebenarnya sesi 4 aja, jam 15.45-18.15 yaitu matkul Sosial kependudukan. Malam sebelumnya, tiba-tiba saya mendapat jarkom bahwa Rabu ini juga ada sesi 1 (07.30-10.0  sebagai pengganti sesi 2 hari Senin kemarin karena dosennya nggak masuk. Wuuaahh, rencana mau santai2 pupus sudah., harus tidur awal biar besok nggak bangun kesiangan n nggak ngantuk di kelas.

Singkat cerita udah masuk kuliah sesi 1 niy., hhe. Matkul kali ini adalah teori OOP (Object Oriented Program) atau kalau di-bahasa Indonesia-kan  adalah Pemrograman Berorientasi Objek. Pernah dapat juga sekilas materi ttg OOP ini waktu semester 2 dulu, tapi nama matkulnya Algoritma dan Pemrograman. Jadi, ceritanya nerusin ilmunya niy..

Dosen yang mengajar adalah Pak Muchammad Romzy. Jujur, baru dengar namanya and baru tau orangnya tadi waktu beliau masuk kelas..hhe maap Pak. Sebelum masuk materi, bapaknya perkenalan dulu. Beliau bercerita macam-macam termasuk sejarah bisa sampai mengajar di STIS ini. Dari sekian banyak cerita yang beliau sampaikan, yang membuat saya suka/terinspirasi oleh pak Romzy adalah perjalanan pendidikannya yang sangat menakjubkan. Bayangkan., beliau menghabiskan 10 tahun (1990-2000) dalam hidupnya untuk belajar di negeri yang terkenal disiplin dan menghasilkan orang-orang yang giat belajar dan bekerja. Kamu tau negeri mana itu?? JAPAN. Yes!!

Pengen banget kayak bapaknya yang terus berjuang mencari ilmu di negeri orang. Jangan salah., 10 tahun itu bukan untuk cuma ngejar S1 lho.. tapi sampai S3!! Subhanallah kan ya? Beliau rela nggak pulang ke Indonesia selama 10 tahun hanya untuk terus mencari ilmu dan mendapatkan apa yang beliau inginkan. Ya bukan berarti selama 10 tahun itu beliau gak pulang sama sekali., adakalanya lah beliau pulkam sekedar melepas rindu dengan keluarga. 🙂

Menurut cerita Pak Romzy, 10 tahun itu beliau gunakan 4 tahun untuk S1, 2 tahun untuk S2, dan 3 tahun untuk S3. Sedang 1 tahunnya untuk program bahasa., secara di negeri orang jadi harus adaptasi dulu.. 😀 Sebenarnya beasiswa S3-nya itu dapat diselesaikan selama 1 tahun aja,  tapi kata bapaknya sudah dikasih 3 tahun eman-eman(percuma) kalau tidak dimanfaatkan. Jadi, beliau gunakan 2 tahun itu untuk meng-explore dan melakukan berbagai penelitian di Jepang karena as we know sarana prasarana pembelajaran di Jepang kan udah canggih bener.. keren yaa?? 🙂

Satu hal lagi yang membuat saya terinspirasi., sikap optimisme Pak Romzy yang sangat kuat. Sebenarnya untuk menempuh S2 dan S3 itu beliau kurang mendapat persetujuan dari  perusahaan yang memberikan beasiswa S1. Aturannya, kalau seseorang sudah menempuh beasiswa S1 itu, dia harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi kepada perusahaan tersebut. Tapi, tidak dengan Pak Romzy. Walaupun terkesan sedikit bandel..hhe tapi kan akhirnya berbuah manis juga. Beliau bersikukuh untuk melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi. Beliau sampai-sampai meminta bantuan kepada profesornya untuk membantu beliau mendapatkan izin. Dan rekomendasi profesor itu tidak mendapatkan tanggapan/balasan dari pihak perusahaan sehingga diartikan oleh pak Romzy bahwa ia dapat meneruskan pendidikannya tersebut (seperti kebanyakan orang Indonesia yang bila ia diberi suatu pertanyaan tp ia tidak menjawab maka hal tersebut diartikan “iya” :D)

Jadilah pak Romzy menyelesaikan pendidikan di negeri Sakura sampai jenjang S3. Suatu tingkat pendidikan yang menurut saya paling tinggi dan saya berharap dapat mengikuti jejaknya.. Amiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeennnnnn.. 🙂

Itulah sekelumit cerita yang saya dapat tadi pagi. Semoga bermanfaat :DDD

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s